Perbedaan Nutrisi Paha Ayam Dengan Dada Ayam

Perbedaan Nutrisi Paha Ayam Dengan Dada Ayam

Untuk menghindari lemak ayam, biasanya orang lebih suka memilih dada ayam. Tak sedikit orang yang sedang diet mengonsumsi daging dada ayam sebab mengandung lemak paling sedikit, jika dibandingkan paha atas atau paha bawah. Sedangkan sebagian orang lainnya yang tidak bermasalah dengan lemak, lebih memilih bagian paha atas ataupun paha bawah, karena menurut mereka bagian paha ayam adalah bagian paling enak.

Daging ayam memang dikenal sebagai daging rendah lemak jika dibandingkan daging sapi. Akan tetapi sebenarnya, bergizi atau tidaknya menu hidangan ayam sendiri tergantung dari bahan campurannya atau bagian mana saja yang digunakan pada daging ayam. Biasanya daging pada dada ayam lebih banyak jika dibandingkan paha ayam dan dagingnya lebih berserat. Sementara daging pada paha ayam sendiri lebih gurih dan lezat.

Perbedaan Kandungan Protein Paha Ayam Dengan Dada Ayam

Protein

Jenis daging hewani biasanya mengandung protein, seperti daging unggas, daging sapi dan ikan. Untuk satu potongan bagian paha yang beratnya 85 gram terdapat 21 gram kandungan protein di dalamnya. Sementara dada ayam sendiri memiliki kandungan protein lebih tinggi sebesar 25 gram. Adapun asupan protein yang disarankan untuk tubuh sendiri per harinya sekitar 46 gram pada wanita, sedangkan pada pria sendiri 56 gram asupan protein per harinya. Asupan protein sendiri sangat penting bagi kekebalan tubuh, untuk membangun massa otot, dan pertumbuhan sel.

Lemak

Kandungan lemak pada dada ayam biasanya lebih rendah jika dibandingkan paha ayam. Dalam satu porsi daging dada ayam panggang terdapat lemak jenuh sebanyak 2 gram dan lemak total sebanyak 7 gram, kandungan tersebut termasuk 9 persen dan 10 persen dari total nilai protein harian yang dianjurkan.

Sementara kandungan lemak pada bagian paha sendiri sekitar 13 gram dari jumlah lemak total, untuk lemak jenuh sendiri terkandung 3,5 gram per porsi. Ini merupakan 20 persen yang direkomendasikan dari asupan harian total lemak tubuh serta 18 persen asupan lemak jenuh. Dengan mengambil kulit bagian dada atau paha bisa mengurangi kadar lemaknya.

Kalori

Paha dan dada ternyata memiliki jumlah kalori berbeda. Untuk satu porsi dada ayam yang berukuran 85 gram terkandung 170 kkal, sementara kalori paha ayam mengandung sebanyak 210 Kkal. Kalori tersebut tentu akan bertambah bila menambahkan saus dalam sajian ayam.

Karbohidrat

Paha atau dada ayam tak mengandung karbohidrat. Namun jika Anda memasak ayam dengan berbagai macam saus seperti madu, bbq bisa menambah asupan karbohidrat dalam tubuh. Sehingga bagi Anda yang tak ingin mengkonsumsi asupan karbohidrat berlebih, dianjurkan mengonsumsi daging ayamnya saja tanpa ditambah lapisan tepung atau saus.

Zat besi

Zat besi termasuk salah satu mineral penting untuk membantu menghasilkan mioglobin dan haemoglobin. Paha dan dada ayam mempunyai jumlah asupan zat besi sama. Untuk satu porsinya terdapat 4 persen zat besi dari total nilai harian yang dianjurkan. Sementara satu porsi daging paha ayam terdapat 6 persen zat besi.

Paha Ayam Bagi Pelaku Diet

Menurut chef Febrian Wicaksono sendiri bagian daging ayam yang bagus adalah paha bawah atau paha atas. Bagian dada tidak terlalu direkomendasikan, sebab dilihat dari struktur ayamnya sendiri, bagian paha mengandung sedikit lemak. Di samping rasanya yang enak, bagian paha juga mengandung otot lebih banyak dan mengandung sedikit lemak. Menurut Febrian, jika dilihat pada bagian bawah kulit antara leher dan dada mengandung lemak lebih banyak dibandingkan paha bagian bawah maupun atas.

Maka dari itu, chef yang biasa disebut sebagai chef Brian ini menganjurkan mengonsumsi daging ayam bagian paha bawah atau paha atas, terutama bagi yang sedang mengikuti program diet.

Paha Ayam Bawah dan Paha Ayam Atas

Paha ayam dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu paha bawah dan paha atas. Walaupun dagingnya tak setebal bagian dada ayam, tak sedikit orang menyukai bagian ini. Khusus paha bagian atas, kita dapat menjumpai 209 kalori dengan 26 gram protein pada tiap 100 gram paha tanpa tulang atau kulit. Sayangnya, sebanyak 47% kalorinya merupakan lemak sedangkan sisanya protein.

Sedangkan pada paha bagian bawah sendiri sering dijadikan sebagai olahan makanan drum stick mengingat bentuknya mirip seperti pemukul drum. Bagi Anda yang mengonsumsi 100 gram bagian paha bawah yang tanpa tulang dan kulit, Anda akan mendapatkan 172 kalori dan 28,3 gram protein. Sayangnya, kadar lemaknya sebesar 30 persen dari jumlah kalori tersebut. Apabila Anda mengonsumsi kulitnya juga, maka Anda akan memperoleh lemak dan kalori lebih banyak.

Bagaimana Mengolah Daging Ayam Dengan Baik

Terlepas dari kandungan kalori dan protein pada paha ayam, kita juga harus tahu bagaimana cara mengolah daging ayam dengan benar. Pakar kesehatan mengungkapkan bahwa daging ayam merupakan sejenis makanan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Sayangnya jika Anda tak mengolahnya dengan baik, daging ayam justri dapat membahayakan kesehatan.

Misalnya dengan menggorengnya atau dengan menambahkan lapisan tepung pada ayam ketika mengolahnya, Anda tentu akan mendapatkan lemak atau kalori dengan jumlah lebih banyak. Ini tentu saja bisa menaikkan kolesterol dalam darah dan bisa membahayakan organ jantung serta pembuluh darah. Jadi, lebih baik mengolah masakan daging ayam tanpa tambahan tepung, sebagai solusinya bisa dipanggang atau direbus.