Perbedaan Kadar Nutrisi dan Kalori Daging Ayam Bagian Paha dan Dada

Perbedaan Kadar Nutrisi dan Kalori Daging Ayam Bagian Paha dan Dada

Bila anda dibuat berbagai pilihan diantara berbagai macam daging pilihan, pasti ada dari sebagian besar dari anda yang  lebih memilih daging ayam. Di Indonesia sendiri daging ayam memang umum dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Tentu karena berbagai faktor seperti karena kandungan nutrisi dan kalori daging ayam, harganya yang terjangkau, mudah dibeli, dll.

Biasanya di Indonesia memang lebih cenderung senang mengonsumsi daging ayam karena disamping karena pengolahannnya yang mudah, banyak ditemukan di pasaran, harganya yang lebih murah dibandingkan daging lainnya, dan rasanya yang lezat, tapi berbanding lurus dengan nutrisi yang baik untuk tubuh. Namun apakah aman mengonsumsinya? Apakah kadar kalori daging ayam masih wajar?

Lalu bagian daging ayam manakah yang kalian sukai? Biasanya ayam sering dipotong dan dibagi lagi menjadi beberapa bagian tubuh seperti paha, dada, sayap, kepala, kaki, hingga jeroannya. Tahukah kamu bahwa masing-masing bagian memiliki kandungan nutrisi dan kalori daging ayam yang berbeda?

Jadi lebih Bagus Mengonsumsi yang Mana Paha atau Dada?
Bukanlah suatu hal yang tidak asing ketika, misalnya saja membeli aneka kuliner dengan bahan dasar daging ayam pasti akan ditanya dada atau paha? Apakah anda mengonsumsi diantara kedua bagian tersebut karena alasan citarasa atau nutrisi yang dikandung? Tahukah kamu kalau paha dan dada masing-masing punya kalori daging ayam termasuk gizi yang beda sehingga memengaruhi rasanya juga.

  1. Lemak
    Bila membahas mengenai lebih banyak kandungan lemak yang mana antara paha dan dada, tentu saja bagian paha memang lebih unggul. Paha ayam dengan porsi sama memiliki kandungan lemak total 13 gram dan 3,5 gram untuk lemak jenuh. Sedangkan setiap 85 gr dada ayam panggang, misalnya hanya mengandung 7 gram lemak total saja dan 2 gram untuk lemak jenuh.
  2. Protein
    Dada ayam memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan paha ayam. Walaupun keduanya juga sebetulnya memiliki sumber kandungan protein hewani yang baik. Dada ayam sendiri mengandung jumlah protein sekitar 25 gram sedangkan satu potong paha dengan berat sekitar 85 gram sendiri kandungan proteinnya sebesar 21 gram.
  3. Natrium
    Natrium adalah mineral elektrolit yang sering ditemukan pada makanan. Kandungan ini memang penting untuk menjaga kerja otot sekaligus keseimbangan cairan pada tubuh. Walaupun tentu saja harus sampai batas tertentu karena bila berlebihan akan menyebabkan retensi air yang menjadi pemicu meningkatnya  tekanan darah.
    Nah, bila membahas kandungan natrium yang ada pada dada dan paha ayam tidak jau berbeda. Pada dada ayam mengandung 60 miligram natrium sedangkan untuk 85 gram paha ayam mengandung 70 miligram natrium.
  4. Kolesterol
    Mengonsumsi makanan yang tinggi akan kolesterol dapat memicu risiko terjadingya penumpukan plak di pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung, jadi sebetulnya harus dibatasi dalam asupan kolesterol hariannya, yaitu sebanyak 200 miligram untuk yang menderita penyakit jantung koroner.
    Nah, untuk kandungan kolesterol pada daging aya sendiri, untuk 85 gram dada ayam mengandung 70 miligram kolesterol atau 24% asupan harian yang disarankan. Sedangkan paha ayam dengan porsi sama memiliki kandungan 80 miligram kolesterol atau 26% asupan harian yang dianjurkan.
  5. Kalori
    Sedangkan untuk kalori daging ayam pada dada dan paha cukup timpang. Paha ayam memiliki kandungan jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam. Setiap 85 gram paha ayam mengandung 210 kalori, sedangkan dada untuk porsi yang sama engandung 170 kalori.