Tips Memilih Daging Ayam Utuh Segar dan Ayam Frozen

Tips Memilih Daging Ayam Utuh Segar dan Ayam Frozen

Biasanya jika berkunjung ke pasar tradisional, ibu-ibu selalu membeli ayam utuh segar. Daging ayam segar menjadi pilihan banyak orang, karena lebih fresh dan tentunya lebih sehat. Baik itu ayam yang masih utuh ataupun ayam potong. Pilihan membeli ayam utuh atau ayam potong sendiri tergantung dari masakan yang akan dimasak. Seperti ayam rotisserie, ayam panggang ingkung, dan ayam kodok membutuhkan daging ayam yang masih utuh.

Bagaimana Memilih Ayam Utuh Segar Berkualitas?

Untuk memilih daging ayam yang masih utuh, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Kita tentu ingin mendapatkan daging ayam yang masih segar dan terbebas dari pengawet. Karena itulah, perhatikan beberapa pertimbangan berikut ini saat memilih ayam segar :

Perhatikan Warna pada Daging Ayam Utuh

Ayam segar dan berkualitas tentu saja memiliki daging berwarna putih dan memiliki semburat warna merah muda. Sebaiknya hindari membeli ayam yang warnanya sudah pucat atau berwarna kebiruan. Selain itu, hindari juga memilih ayam berwarna mengkilap sebab bisa jadi ayam tersebut sudah diberi formalin.

Cek Tekstur Kulit Ayam

Cara memeriksa daging ayam yang mengandung formalin atau tidak, salah satunya ialah dengan mengusap dan menyentuh kulit ayam. Perhatikan apakah tekstur kulit ayam berpasir ataukah bertepung. Jika Anda menemukan tekstur daging ayam yang seperti itu, sebaiknya jangan membelinya ini artinya ayam telah diberi tambahan zat kimia. Biasanya tekstur bertepung tersebut mencirikan sisa-sisa dari bahan kimia tertentu yang tak terbilas.

Apakah Ada Lalat yang Hinggap Pada Daging Ayam atau Tidak

Kesan pertama saat memilih makanan yang dihinggapi lalat adalah jorok atau menjijikan. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, seperti ketika memilih daging ayam segar dan berkualitas, lalat bisa menjadi indikator yang tepat. Ketika Anda membeli daging ayam utuh di pasar, sebaiknya perhatikan apakah lalat hinggap pada daging ayam tersebut ataukah tidak. Jika tidak, Anda justru harus curiga sebab bisa jadi ayam tersebut mengandung zat kimia berbahaya.

Cium Bau Ayam

Ayam utuh yang masih segar mempunyai bau daging yang khas dan segar, serta tak memiliki bau anyir tidak enak dan menyengat. Jika Anda mencium bau amis pada daging ayam yang akan dibeli, sebaiknya jangan jadi membelinya. Daging ayam tersebut bisa saja sudah dijual lama, sehingga kualitasnya menurun bahkan hampir busuk. Selain itu, hindari pula ayam yang memiliki bau bahan kimia tertentu, ini artinya ayam tersebut sudah direndam atau dicuci dengan bahan kimia tersebut.

Cek Kemasan Ayam

Jika membeli daging ayam di supermarket, sebaiknya perhatikan bungkusnya. Alangkah baiknya jika Anda memilih ayam yang kemasannya masih rapi dan utuh. Kemasan ayam yang sudah sobek tak bisa berfungsi melindungi daging ayam tersebut dengan baik. Karenanya Kuman dan debu bisa jadi sudah bersarang pada ayam tersebut.

Cairan ayam yang keluar

Anda juga wajib menghindari ayam yang telah mengeluarkan cairan tertentu atau darah. Ayam yang telah rusak selnya akibat terlalu sering dicairkan akan mudah mengeluarkan cairan/darah.

Tekan Dagingnya

Ayam segar dan berkualitas biasanya memiliki tekstur yang elastis. Untuk memeriksanya, sebaiknya tekan daging ayam yang akan dibeli. Apabila bekas tekanan tadi langsung kembali lagi ke bentuk semula, itu artinya ayam tersebut masih segar. Tapi jika terjadi sebaliknya, itu artinya ayam tersebut sudah lama.

Lalu, Bagaimana Dengan Memilih Daging Ayam Utuh Frozen?

Salah satu kelemahan daging ayam yang masih segar sendiri adalah misalnya saja hasil pemotongan ayam jam 6 pagi hari, maka 4 jam setelahnya ayam akan terlihat mulai membusuk dan berubah warna. Adapun salah satu tips untuk mengawetkannya ialah dengan dibekukan atau di dinginkan. Menurut salah seorang ahli medis menjelaskan bahwa daging hewan yang telah dipotong, sama halnya dengan daging ayam wajib dipertahankan dengan cara dibekukan, dibawah 4oC.

Ayam segar yang tidak menggunakan pengawet dengan ayam beku keduanya memang sama-sama sehat. Dimana kandungan gizi di dalamnya tak akan berubah. Sebab kandungan gizi, seperti vitamin akan menurun saat suhu dipanaskan.

Ayam frozen memang tidak bebas dari kuman atau bakteri, kuman dan bakteri masih tetap ada. Hanya saja bakteri tersebut tak akan berkembang. Selama ditangani dengan baik, kuman maupun bakteri tak akan bertambah. Adapun cara penanganannya bisa dengan menjaga suhu daging ayam secara konstan dan tak terpapar suhu lebih dari 10 derajat celcius. Karena suhu lebih dari 10oC bisa membuat bakteri dan kuman tumbuh kembali.

Masa penyimpanan daging ayam di tempat terbuka atau dalam suhu kamar tanpa ditambah bahan-bahan kimia paling lama sekitar 5-6 jam sudah menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan biasanya kualitas dagingnya Sudah tidak bagus lagi, karena kuman dan bakteri akan berkembang hingga 15 menit. Apabila dalam daging tersebut hanya terdapat satu kuman atau bakteri, tidak butuh waktu yang lama bakteri maupun kuman tersebut bisa berkembang lebih banyak.

Daging ayam beku bisa bertahan sampai tahunan. Jika disimpan dalam suhu kurang dari 18 derajat celcius, maka daging ayam tersebut bisa tahan sampai 12 bulan lamanya. Sedangkan pada daging ayam potong sendiri bisa tahan sampai 9 bulan. Namun tidak mungkin penjual daging menyimpannya sampai setahun.

Proses Pencairan Pada Ayam Frozen

Proses pencairan pada daging ayam frozen bertujuan untuk melembutkan tekstur daging ayam sebelum dimasak. Pencairan ini biasanya dilakukan dalam kulkas atau refrigerator, maupun di dalam microwave dengan mode refrost. Dalam pencairan tersebut juga biasanya dilakukan dalam air dingin yang mengalir dan bukan air panas.