Tips Memilih Daging Ayam Utuh Segar dan Ayam Frozen

Tips Memilih Daging Ayam Utuh Segar dan Ayam Frozen

Biasanya jika berkunjung ke pasar tradisional, ibu-ibu selalu membeli ayam utuh segar. Daging ayam segar menjadi pilihan banyak orang, karena lebih fresh dan tentunya lebih sehat. Baik itu ayam yang masih utuh ataupun ayam potong. Pilihan membeli ayam utuh atau ayam potong sendiri tergantung dari masakan yang akan dimasak. Seperti ayam rotisserie, ayam panggang ingkung, dan ayam kodok membutuhkan daging ayam yang masih utuh.

Bagaimana Memilih Ayam Utuh Segar Berkualitas?

Untuk memilih daging ayam yang masih utuh, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Kita tentu ingin mendapatkan daging ayam yang masih segar dan terbebas dari pengawet. Karena itulah, perhatikan beberapa pertimbangan berikut ini saat memilih ayam segar :

Perhatikan Warna pada Daging Ayam Utuh

Ayam segar dan berkualitas tentu saja memiliki daging berwarna putih dan memiliki semburat warna merah muda. Sebaiknya hindari membeli ayam yang warnanya sudah pucat atau berwarna kebiruan. Selain itu, hindari juga memilih ayam berwarna mengkilap sebab bisa jadi ayam tersebut sudah diberi formalin.

Cek Tekstur Kulit Ayam

Cara memeriksa daging ayam yang mengandung formalin atau tidak, salah satunya ialah dengan mengusap dan menyentuh kulit ayam. Perhatikan apakah tekstur kulit ayam berpasir ataukah bertepung. Jika Anda menemukan tekstur daging ayam yang seperti itu, sebaiknya jangan membelinya ini artinya ayam telah diberi tambahan zat kimia. Biasanya tekstur bertepung tersebut mencirikan sisa-sisa dari bahan kimia tertentu yang tak terbilas.

Apakah Ada Lalat yang Hinggap Pada Daging Ayam atau Tidak

Kesan pertama saat memilih makanan yang dihinggapi lalat adalah jorok atau menjijikan. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, seperti ketika memilih daging ayam segar dan berkualitas, lalat bisa menjadi indikator yang tepat. Ketika Anda membeli daging ayam utuh di pasar, sebaiknya perhatikan apakah lalat hinggap pada daging ayam tersebut ataukah tidak. Jika tidak, Anda justru harus curiga sebab bisa jadi ayam tersebut mengandung zat kimia berbahaya.

Cium Bau Ayam

Ayam utuh yang masih segar mempunyai bau daging yang khas dan segar, serta tak memiliki bau anyir tidak enak dan menyengat. Jika Anda mencium bau amis pada daging ayam yang akan dibeli, sebaiknya jangan jadi membelinya. Daging ayam tersebut bisa saja sudah dijual lama, sehingga kualitasnya menurun bahkan hampir busuk. Selain itu, hindari pula ayam yang memiliki bau bahan kimia tertentu, ini artinya ayam tersebut sudah direndam atau dicuci dengan bahan kimia tersebut.

Cek Kemasan Ayam

Jika membeli daging ayam di supermarket, sebaiknya perhatikan bungkusnya. Alangkah baiknya jika Anda memilih ayam yang kemasannya masih rapi dan utuh. Kemasan ayam yang sudah sobek tak bisa berfungsi melindungi daging ayam tersebut dengan baik. Karenanya Kuman dan debu bisa jadi sudah bersarang pada ayam tersebut.

Cairan ayam yang keluar

Anda juga wajib menghindari ayam yang telah mengeluarkan cairan tertentu atau darah. Ayam yang telah rusak selnya akibat terlalu sering dicairkan akan mudah mengeluarkan cairan/darah.

Tekan Dagingnya

Ayam segar dan berkualitas biasanya memiliki tekstur yang elastis. Untuk memeriksanya, sebaiknya tekan daging ayam yang akan dibeli. Apabila bekas tekanan tadi langsung kembali lagi ke bentuk semula, itu artinya ayam tersebut masih segar. Tapi jika terjadi sebaliknya, itu artinya ayam tersebut sudah lama.

Lalu, Bagaimana Dengan Memilih Daging Ayam Utuh Frozen?

Salah satu kelemahan daging ayam yang masih segar sendiri adalah misalnya saja hasil pemotongan ayam jam 6 pagi hari, maka 4 jam setelahnya ayam akan terlihat mulai membusuk dan berubah warna. Adapun salah satu tips untuk mengawetkannya ialah dengan dibekukan atau di dinginkan. Menurut salah seorang ahli medis menjelaskan bahwa daging hewan yang telah dipotong, sama halnya dengan daging ayam wajib dipertahankan dengan cara dibekukan, dibawah 4oC.

Ayam segar yang tidak menggunakan pengawet dengan ayam beku keduanya memang sama-sama sehat. Dimana kandungan gizi di dalamnya tak akan berubah. Sebab kandungan gizi, seperti vitamin akan menurun saat suhu dipanaskan.

Ayam frozen memang tidak bebas dari kuman atau bakteri, kuman dan bakteri masih tetap ada. Hanya saja bakteri tersebut tak akan berkembang. Selama ditangani dengan baik, kuman maupun bakteri tak akan bertambah. Adapun cara penanganannya bisa dengan menjaga suhu daging ayam secara konstan dan tak terpapar suhu lebih dari 10 derajat celcius. Karena suhu lebih dari 10oC bisa membuat bakteri dan kuman tumbuh kembali.

Masa penyimpanan daging ayam di tempat terbuka atau dalam suhu kamar tanpa ditambah bahan-bahan kimia paling lama sekitar 5-6 jam sudah menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan biasanya kualitas dagingnya Sudah tidak bagus lagi, karena kuman dan bakteri akan berkembang hingga 15 menit. Apabila dalam daging tersebut hanya terdapat satu kuman atau bakteri, tidak butuh waktu yang lama bakteri maupun kuman tersebut bisa berkembang lebih banyak.

Daging ayam beku bisa bertahan sampai tahunan. Jika disimpan dalam suhu kurang dari 18 derajat celcius, maka daging ayam tersebut bisa tahan sampai 12 bulan lamanya. Sedangkan pada daging ayam potong sendiri bisa tahan sampai 9 bulan. Namun tidak mungkin penjual daging menyimpannya sampai setahun.

Proses Pencairan Pada Ayam Frozen

Proses pencairan pada daging ayam frozen bertujuan untuk melembutkan tekstur daging ayam sebelum dimasak. Pencairan ini biasanya dilakukan dalam kulkas atau refrigerator, maupun di dalam microwave dengan mode refrost. Dalam pencairan tersebut juga biasanya dilakukan dalam air dingin yang mengalir dan bukan air panas.

Makanan Sehat di Bulan Ramadhan

Makanan Sehat di Bulan Ramadhan

Bulan Suci sudah dekat. Sebaiknya kita tetap menjaga stamina tubuh dalam menyambut bulan puasa agar tetap bugar dan sehat dalam menjalankan ibadah puasa mendatang. Perintah puasa sendiri sudah jelas tertera dalam firman Allah Surat Al-Baqarah: 183 yang berbunyi ‘’Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,’’.

Perintah tersebut disejajarkan Allah SWT dengan QS Al-Baqarah ayat 172 agar umat Muslim tetap mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal ketika berbuka sebagai pemenuhan nutrisi setelah berpuasa sehari penuh. “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. 2: 172).

kedua ayat tersebut, Allah menunjukkan kepada umat Muslim di seluruh lapisan dunia agar menjalankan ibadah puasa dan tetap mengonsumsi makanan yang sehat dan halal. Menu yang sehat dan halal idealnya disiapkan sepenuhnya untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan. Selain itu, mengonsumsi makanan yang bergizi, halal dan baik juga akan menambah kekuatan dan daya saat berpuasa.

Puasa juga merupakan sarana pembersihan anggota tubuh juga pembersihan jiwa. Pembersihan anggota tubuh dari pengaruh buruk makanan yang kita konsumsi, serta pembersihan hati dan jiwa dari dosa-dosa yang selama ini mengotori dan menodai hati kita. Oleh karenanya, berbuka puasa dengan makanan yang menyehatkan serta tidak berlebihan tentu akan mempengaruhi alat pencernaan kita.

Puasa mempunyai pengaruh yang kuat terhadap alat pencernaan. Karena saat puasa alat pencernaan kita beristirahat cukup lama dan lebih lama dari biasanya. Kebiasaan waktu pola makan juga turut berubah, selain stamina tubuh secara emosional dan spiritual diasah.

Puasa adalah waktu untuk detoks atau pembersihan seluruh anggota tubuh dari pengaruh racun. Oleh sebab itu, mengkonsumsi makanan yang halal dan baik tentu berpengaruh terhadap tubuh.
Konsumsilah makanan halalan thoyyiban dalam arti baik segi kualitasnya. Selain kualitas makanan yang baik, selektif dalam memilih menu makanan juga diperlukan. Kejelian dalam memilih nutrisi pangan menjadi tolak ukur pembersihan tubuh secara maksimal.

Disarankan untuk memilih bahan makanan lokal yang segar untuk dikonsumsi. Jika perlu, konsumsilah bahan makanan organik, karena produk konvensional, produk yang mengandung pestisida dan pupuk sintesis akan berdampak pada proses pembersihan tubuh dari pengaruh racun. Selain kandungan nutrisinya lebih baik dari produk konvensional, makanan organik juga membuat tubuh lebih baik.

Selain itu, biasanya sebagian umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan juga melengkapi waktu sahurnya dengan meminum susu agar lebih kuat dan lebih berenergi. Namun sebaiknya masyarakat yang berpuasa bisa selektif dalam memilih susu yang dikonsumsi. Sebaiknya pili produk susu segar. Mengkonsumsi susu pun harus sesuai kebutuhan. Jika kurang suka dengan susu, yoghurt pun bisa menjadi penggantinya.

Berikut beberapa tips sehat menyambut Ramadhan. Pertama, pilihlah buah dan sayuran organik, lokal, segar dan variatif. Kedua, sebaiknya gunakan gula aren dan kurangi gula pasir. Ketiga, konsumsilah madu atau buah kurma seperti sunnah Nabi Muhammad SAW saat berbuka puasa. Keempat, saat berbuka, makanlah secara bertahap sehingga memberi kesempatan pada organ pencernaan untuk beradaptasi.

Kelima, hindarilah makanan yang diproses dengan berbagai pengawet, pewarna, pemanis buatan. Keenam, kurangi makanan yang dikalengkan. Ketujuh, masaklah makanan dengan cara menumis, mengukus, atau dimakan mentah (lalapan, salad). Ketujuh, mengolah sendiri makanan yang dikonsumsi sehingga mengetahui bahan bakunya. Kedelapan, seimbangkan protein hewani dengan sayuran yang beraneka warna.

Penting!!! Konsumsi Daging Ayam Setiap Hari

PENTING!!!
Konsumsi Daging Ayam Setiap Hari

Beberapa orang yang bukan vegetarian kadang berpikir bahwa makan daging ayam setiap hari tidaklah baik. Namun, hal ini dibantah oleh beberapa ahli kesehatan.

Beberapa orang yang bukan vegetarian kadang berpikir bahwa makan daging ayam setiap hari tidaklah baik. Namun, hal ini dibantah oleh beberapa ahli kesehatan.

Melansir Times of India pada Rabu (18/7/2018), Anda perlu memahami cara memasak daging ayam yang benar. Variasi yang dipenuhi bumbu, krim, dan mentega jelas tidak bagus jika dikonsumsi sehari-hari.
Cara ideal untuk mendapatkan manfaat maksimal dari daging ayam adalah dengan memanggang atau membakarnya. Selain bernutrisi, daging yang empuk juga memberikan kita energi.

Menurut ahli gizi India, Siddhart Marya, nilai gizi dari 100 gram daging ayam mentah bisa mencapai 124 kilokalori (kkal), 20 gram protein, dan 3 gram lemak.

“Jika Anda seperti orang kebanyakan dengan berat antara 65 sampai 75 kilogram, paling tidak perlu mengonsumsi 200 gram daging ayam setiap harinya,” kata Siddhart.

Sumber: https://www.liputan6.com/health/read/3592532/manfaat-konsumsi-daging-ayam-setiap-hari

6 TRIK MENYIMPAN DAGING AYAM DI FREEZER

6 TRIK MENYIMPAN DAGING AYAM DI FREEZER

Ayam salah satu bahan masakan yang bisa kita simpan sebagai stok dalam jangka waktu tertentu. Biasanya daging ayam negeri dijual dalam bentuk utuh maupun potongan, sedangkan ayam kampung biasanya dijual utuh, atau hidup. Pilih daging ayam yang baunya segar/tidak busuk, matanya jernih, kulitnya lembap dan mulus, tidak berlendir, dan badannya tidak memar kebiruan. Bagaimana trik menyimpan daging ayam? Ikuti enam trik berikut ini:

Rahasia Ayam Tepung Super Kriuk ala KFC!

Rahasia Ayam Tepung Super Kriuk ala KFC!

Siapa sih yang gak suka ayam goreng tepung, apalagi renyah kulitnya yang bisa baper kalau diambil teman :D. Rasa yang lezat dari kulit hingga kedalam daging selalu jadi menu andalan semua  orang dan usia.

Tapi sayangnya, gak semua tahu rahasia dibalik itu semua, ayam goreng tepung yang kita masak tidak sesuai ekspektasi. Terkadang ingin kulitnya kriuk maksimal namun ternyata melempem setelah dingin.

Berikut ini, frozchick ingin berbagi rahasia ayam goreng tepung kriuk ala restoran siap saji, siapa tahu ada tips yang Anda lewatkan.

1. Ayam Segar

Pilih ayam yang masih segar, cuci bersih lalu potong sesuai selera Anda. Jangan lupa di sayat-sayat agar nanti bumbu lebih meresap ke dalam daging ayam. Apabila menggunakan ayam beku/ayam frozen, silahkan baca Cara Mencairkan Ayam Beku yang Benar!

2. Balur dengan Bumbu

Balur dengan bumbu campuran bawang putih, lada, garam dan kaldu ayam sesuai selera hingga rata lalu diamkan selama 30 menit. Semakin lama semakin bumbu meresap. Simpan didalam kulkas (bukan freezer). Hindari menyimpan di ruang terbuka dengan suhu ruangan, karena daging ayam mudah terkontaminasi oleh bakteri.

Sambil menunggu bumbu meresap, Anda bisa mempersiapkan racikan adonan kering dan adonan basah sebagai berikut, :

3. Adonan Kering

Adonan kering digunakan untuk lapisan pertama dan lapisan ketiga, agar ayam lebih renyah. Untuk takaran bumbu kering bisa Anda gunakan resep berikut.

  • 300 gram tepung terigu (pakai yang rendah protein untuk hasil lebih renyah)
  • 75 gram tepung maizena
  • 1 sdm tepung beras
  • 1/2 sdt baking powder
  • Garam, kaldu instan bubuk dan bawang putih bubuk secukupnya

4. Adonan Basah

Bumbu adonan basah sebetulnya sama dengan adonan kering, hanya ditambahkan air es hingga mengental. Kok air es? biar ayam goreng tepungnya gak cepat gosong ketika digoreng. Usahakan tidak terlalu encer agar adonan kulit indah dan merata.

Catatan : Jangan tambahkan telur pada adonan basah, nanti hasil kulit ayam goreng tepung ini jadi kurang renyah dan benyek.

Waktunya Menggoreng!

1. Masukkan ayam satu-persatu ke dalam adonan kering hingga merata hingga ke sela-sela sayatan.

2. Masukkan ayam ke dalam adonan basah

3. Kemudian masukkan lagi ke dalam adonan kering, remas-remas hingga keriting dan tidak basah lagi.

4. Angkat ayam dari adonan kering, tepuk-tepuk hingga sisa tepung tidak menempel. Karena sisa tepung ini yang bikin minyak goreng cepat coklat.

5. Segera masukkan ayam tersebut kedalam minyak goreng panas. Ayam harus terendam seluruhnya agar tingkat kematangan dan kriuknya merata.

6. Gunakan api kecil agar panasnya lebih meresap kedalam dan bagian luar tidak cepat gosong.

7. Goreng hingga kulit kuning keemasan.

8. Angkat dan tiriskan.

Sangat mudah bukan? Paling enak disajikan ketika hangat. yummie!!

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging Ayam Tanpa Jeruk Nipis

Cara Menghilangkan Bau Amis Daging Ayam Tanpa Jeruk Nipis

Bau amis ayam mentah adalah ciri khas dari ayam segar. Berbeda dengan ayam yang baru dipotong lalu dimasak, ayam yang kita beli di pasar bau amisnya lebih kuat. Dikarenakan ada jeda beberapa jam diruangan terbuka. Beberapa orang tidak tahan dengan bau amisnya. Tapi jangan salah, jika treatment pengolahan ayam yang kurang tepat, bau amis ini akan merusak meskipun ayam sudah matang.

Biasanya kita menggunakan air perasan jeruk nipis dan garam untuk menghilangkan bau amis tersebut, namun seringkali justru mengubah rasa dari ayam tersebut. Berikut ini Frozchick membagikan beberapa alternatif pengganti jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis pada ayam potong. Yuk! kita simak :

1. Asam Jawa
Selain bisa menghilangkan bau amis, asam jawa bisa juga menghilangkan lendir pada ayam potong. Caranya cukup mudah, cukup rendam dalam air asam jawa selama 30-60 menit. Setelah selesai, cuci dengan air bersih dan langsung dimasak sesuai selera

2. Tomat
Tomat paling mudah kita dapat sebagai pengganti jeruk nipis. Caranya haluskan tomat (blender atau potong cincang kasar) dan tambahkan 1 sendok makan garam lalu balurkan pada ayam hingga merata. Remas-remas ke seluruh bagian ayam dan diamkan selama 15-30 menit.

3. Vinegar (Cuka)
Vinegar atau cuka ternyata ampuh juga untuk menghilangkan bau amis pada ayam potong. Namun sayang harganya mahal dan tidak semua tempat ada. Caranya sangat mudah, tuangkan 1 sendok makan vinegar untuk 1 kg ayam potong. Diamkan selama 10 menit lalu bilas dengan air matang.

4. Tepung Terigu
Sifat tepung yang menyerap cairan ternyata bisa juga diaplikasikan pada ayam. Bahkan tepung terigu tidak merusak rasa ayam karena tepung rasanya hambar. Cukup lumuri ayam dengan tepung terigu, diamkan selama 10-20 menit, lalu cuci dengan air matang. Keringkan dengan tisu dapur dan ayam siap untuk diolah.

5. Minyak Wijen
Selain bisa menguatkan aroma, baluran tepung wijen pada ayam bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis. Cukup lumuri minyak wijen pada seluruh bagian ayam. Diamkan selama 30 menit lalu masak.

6. Jahe
Kita orang Indonesia harus bangga dengan rempah-rempah yang satu ini. Selain mudah didapat, jahe biasa digunakan menghilangkan bau amis dari dulu untuk ayam maupun ikan. Caranya lumuri ayam potong dengan parutan jahe hingga merata. Diamkan selama 10 menit lalu bilas dengan air bersih.

7. Bawang Putih
Sama halnya dengan jahe, bawang putih bisa menghilangkan bau amis juga lho. Namun bagi Anda yang kurang suka aroma bawang putih, bisa menggunakan bahan dari poin-poin sebelumnya. Caranya haluskan bawang putih lalu lumuri ke seluruh bagian hingga merata. Diamkan selama 30 menit lalu masak.

Anda bisa mencoba 7 bahan pengganti jeruk nipis di atas sesuai dengan menu masakan Anda dan yang paling mudah dilakukan. Kami menyarankan sebaiknya setelah bau amis hilang dan dicuci, ayam mentah segera dimasak. Jangan disimpan didalam kulkas untuk beberapa hari dalam kondisi mentah, karena bakteri mudah berkembang biak. (baca : Cara Mencairkan Ayam Beku yang Benar!)

Cara Mencairkan Ayam Beku yang Benar!

Cara Mencairkan Ayam Beku yang Benar!

Ayam adalah salah satu sumber protein yang mudah kita dapatkan. Tahukah Anda proses mencairkan ayam beku yang salah bisa berakibat buruk untuk kesehatan? Ternyata caranya sangat mudah lho, yuk kita simak tips berikut, :

1. Mencairkan di Lemari Es (5 jam per 500 gram)

“Hmmm…lemari es kan dingin, kok bisa?”
Ini adalah cara yang paling aman dan mudah hanya saja memakan waktu cukup lama. Caranya pindahkan ayam dari freezer ke rak bagian makanan lainnya. Jika ayam telah terbuka dari bungkusnya letakan di dalam panci atau mangkuk agar es yang mencair tidak tumpah kemana-mana.

Jangan lupa perhatikan waktunya, untuk 500 gram ayam saja diperlukan waktu kira-kira 5 jam agar benar-benar cair. Perlu Anda ingat mencairkan dengan proses ini memang memakan waktu lama, jadi rencanakan dengan matang.

Setelah ayam beku mencair, daging ayam akan terasa empuk dan bagian potongan ayam mudah dipisahkan. Lalu segera masak ayam tersebut hingga benar-benar matang. Apabila Anda hendak menyimpannya kembali pastikan simpan pada wadah/plastik kedap udara tidak lebih dari 1-2 hari saja dan tidak boleh di bekukan kembali.

2. Rendam Pada Air Dingin (1 jam per 500 gram)

Cara kedua mencairkan ayam beku ini lebih cepat dari poin pertama, namun sedikit ribet. Masukkan ayam pada plastik kedap udara (ziploc) lalu rendam pada panci atau wadah plastik hingga terendam seluruhnya. Plastik kedap udara berfungsi untuk menghidari daging ayam terhadap air. Demikian kenapa tidak menggunakan air hangat/panas, karena air hangat/panas justru mempercepat perkembangan bakteri.

Pastikan Anda mengganti air rendaman setiap 30 menit sekali. Untuk mencairkan ayam beku dengan metoda ini diperlukan waktu 1 jam untuk setiap 500 gram daging ayam). Untuk metoda ini, ayam harus langsung dimasak, tidak bisa disimpan lagi dalam keadaan mentah.

Demikian tips cara mencairkan ayam beku dengan benar dan aman. Selamat mencoba!

PERINGATAN!

  • Cuci selalu tangan Anda ketika melakukan proses ini
  • Hindari mencairkan ayam beku pada suhu ruangan terbuka. Karena dapat mempercepet perkembangan bakteri
  • Jagalah kebersihan dapur dan alat-alat masak lainnya untuk menghindari kontaminasi bakteri
  • Pastikan cuci dengan air matang hangat ketika akan dimasak saja dan segera masak ayam hingga benar-benar matang
  • Jangan mencuci ayam mentah lalu dimasukan ke dalam freezer karena justru mempercepat pertumbuhan bakteri (sumber klik disini)

 

Cara Mudah Memasak Ayam Agar Lebih Empuk dan Meresap Bumbunya

Cara Mudah Memasak Ayam Agar Lebih Empuk dan Meresap Bumbunya

Anda mungkin pernah mengalami daging ayam alot ketika disantap, atau daging terasa hambar padahal resep dan cara memasaknya sudah benar. Bisa jadi Anda lupa melakukan hal yang menyebabkan faktor tersebut. Berikut ini kami membagikan tips yang sangat mudah dan simple agar Anda mendapatkan daging ayam yang empuk dengan bumbu yang lebih meresap.

1. Marinasi (Rendam)

Baik dibakar atau digoreng, proses marinasi ini ternyata sangat jitu. Selain bumbu lebih meresap, ayam pun lebih juicy. Caranya mudah, rendam ayam segar yang akan diolah selama 3 sampai 4 jam. Agar peresapan lebih maksimal, Anda bisa rendam ayam semalaman. Sebaiknya ayam disimpan di dalam kulkas selama proses marinasi agar lebih aman dan higienis.

Anda bisa menggunakan bumbu marinasi seperti campuran kecap inggris dan saur tiram ataupun rempah-rempah yang telah dihaluskan ditambah sedikit garam sesuai selera. Yogurt, buttermilk dan putih telur bisa dijadikan campuran bumbu marinasi.

2. Brine

Hampir mirip seperti marinasi, teknik brine menggunakan air larutan garam dan gula (sesuai selera) untuk merendam daging ayam segar. Proses brine bisa dilakukan selama 1-2 jam atau 12 jam untuk hasil lebih maksimal. Caranya, larutkan garam dan gula secukupnya, lalu rendam semua bagian ayam. Anda bisa menambakan rempah-rempah dan bumbu dasar lainnya. Tutup wadah tersebut dan simpan di dalam lemari es.

3. Teknik Memasak

Hindari memasak ayam terlalu lama dan hindari juga suhu terlalu panas, karena akan membuat bagian dalam kering dan merusak teksturnya. Untuk ayam goreng, sebaiknya ungkep ayam sebelum digoreng pada api kecil selama 30-45 menit. Jangan lupa tutuplah panci ketika melakukan proses ungkep agar panas lebih merata dan bumbu lebih meresap.

Selamat mencoba!

 

Cara Mudah Memilih Daging Ayam Baik dan Layak Konsumsi

Cara Mudah Memilih Daging Ayam Baik dan Layak Konsumsi

Daging ayam memang menjadi menu favorit kita semua, tapi tahukah Anda tidak semua ayam yang ada dipasaran layak untuk dikonsumsi?

Namun hal ini tidak lagi menjadi masalah apabila Anda tahu cara memilih daging ayam yang baik. Berikut 5 Cara Memilih Daging Ayam yang Layak Konsumsi, :

1. Warna Daging Ayam

Cara pertama yang paling mudah adalah memperhatikan warna daging ayam. Daging ayam segar memiliki warna merah yang cerah. Hindari warna kulit yang sudah pucat, karena bisa jadi  daging ayam tersebut telah tersimpan beberapa hari sejak pemotongan. Hindari pula daging yang mulai berwarna kebiru-biruan, artinya daging tersebut sudah memasuki proses pembusukan.

2. Aroma Daging Ayam

Untuk mengetahui aroma memang memerlukan latihan, tapi jangan khawatir karena hidung Anda tidak mungkin berbohong. Daging  ayam segar memiliki aroma yang khas ayam, demikian dengan aroma busuk karena akan langsung menyengat. Bagaimana jika ayam tersebut sudah “diakali” oleh oknum pedagang? Justru aroma bahan pengawet tersebut lebih menyengat.

3. Tekstur Daging Ayam

Tekstur daging yang masih fresh pasti bertekstur kenyal. Untuk mengetahuinya sangat mudah, tekanlah daging ayam tersebut. Bila kembali ke posisi semula maka daging tersebut masih baru dan segar. Namun apabila terasa lembek dan tidak kembali ke posisi semula, urungkan niat Anda untuk membelinya.

4. Kemasan Daging Ayam

Banyak ayam potong yang sudah dikemas baik itu ayam beku atau ayam di super market. Hindari kemasan yang sudah rusak dan perhatikan informasi yang terdapat pada kemasan tersebut.

5. Kandungan Air

Ada beberapa oknum pedagang yang tidak bertanggung jawab melakukan trik curang untuk mempengaruhi gramasi timbangan. Caranya cukup mudah untuk membedakan apakah ayam tersebut disuntik air atau tidak. Oknum pedagang yang melakukan trik ini biasanya tidak menggantung ayamnya, atau Anda bisa mengangkat ayam tersebut dan lihat apakah ada tetesan air berlebih ketika diangkat atau tidak.

Demikian tips singkat cara memilih ayam potong sehat dan layak konsumsi dari kami. semoga bermanfaat