Sebaiknya Mengolah Ayam Beku Dengan Hindari Hal-Hal Berikut

Sebaiknya Mengolah Ayam Beku Dengan Hindari Hal-Hal Berikut

Siapa yang tidak suka daging ayam? Bisa dikatakan hampir semua orang menyukai daging ayam. Di Indonesia sendiri, ayam menjadi salah satu menu favorit yang disukai anggota keluarga. Namun, yang menjadi perhatian adalah bagaimana anda mengolah ayam sebelum ayam tersebut di masak. Terutama, bagaimana prosedur untuk mengolah ayam beku yang benar?

Kalau anda hendak mengolah daging ayam yang masih segar, tentu hal tersebut akan mudah untuk dilakukan karena sudah terbiasa dan tidak membutuhkan perhatian khusus. Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan ketika anda mengolah daging ayam yang telah dibekukan. Karena, hal-hal di bawah ini tidak boleh anda lakukan ketika anda hendak mengolah ayam yang telah dibekukan tersebut.

Ayam frozen sebagai solusi belanja hemat

Sebelum membahas mengenai apa saja hal-hal yang tidak boleh dilakukan terhadap ayam yang telah dibekukan, kita tidak boleh lupa bahwa dibekukannya ayam merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa menghemat belanja karena kita bisa cukup belanja sekali dan daging ayam bisa disimpan di lemari es. Anda tetap bisa mengkonsumsinya, tetapi perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Jangan cairkan daging ayam hingga terlalu lama

Memang dengan memanfaatkan ayam beku tersebut anda bisa mengolah daging ayam tersebut kapan saja, dengan syarat anda harus mencairkan terlebih dahulu daging ayam yang sudah beku tersebut. Nah, dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa anda tidak boleh mencairkan daging ayam tersebut terlalu lama. Mengapa? Karena, daging ayam yang terkena udara terlalu lama bisa terkena bakteri.

Menempelnya bakteri pada daging ayam tentu saja akan berdampak buruk terhadap yang akan mengkonsumsi nantinya. Oleh karena itu, sebagai solusinya anda bisa memanfaatkan kantong plastik yang tertutup untuk membungkus daging ayam, kemudian anda bisa merendam kantong plastik yang telah berisi daging ayam tersebut di dalam air hingga nantinya daging siap untuk dimasak.

  1. Daging yang baru keluar kulkas jangan langsung dimasak

Sebagian dari kita mungkin menganggap bahwa makanan yang telah dimasukkan ke dalam kulkas atau lemari es bisa langsung kita konsumsi. Tetapi, hal tersebut tidak berlaku pada daging ayam yang telah dibekukan tersebut. Mengapa? Ternyata daging ayam yang baru keluar dari kulkas akan sulit untuk matang sempurna, karena bagian tengah daging tersebut masih terlalu lembab.

Sebagai solusinya, anda bisa memberi jeda antara mengeluarkan daging ayam dari dalam lemari es dengan waktu anda memasak daging ayam tersebut. Adapun waktu yang disarankan adalah anda bisa memberi jeda kurang lebih selama 15 menit diantara kedua tahapan tersebut. Dengan begitu, anda bisa mendapatkan hasil masakan daging ayam dengan rasa yang sempurna dari luar maupun dari dalam.

  1. Tidak perlu membuang tulang dan kulit ayam

Kalau anda tidak biasa membuat tulang dan kulit ayam, maka anda tidak perlu melakukannya. Akan tetapi, apabila anda biasa melakukannya, maka sebaiknya anda hentikan kebiasaan tersebut terutama ketika mengolah daging ayam yang telah dibekukan. Sehingga, daging ayam yang anda olah tersebut bisa terhindar dari tekstur daging yang agak keras maupun kering.

Demikian adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dan sebaiknya tidak anda lakukan ketika anda hendak mengolah ayam beku untuk keluarga tercinta maupun untuk anda sendiri. Terutama bagi anda yang memiliki rutinitas padat sehingga tidak sempat mengkonsumsi daging ayam segar dan harus menyimpan daging ayam di lemari es sebelum mengolah dan mengkonsumsinya.

Yuk Mengenal lebih Jauh Seputar Ayam Karkas yang Layak Konsumsi

Yuk Mengenal lebih Jauh Seputar Ayam Karkas yang Layak Konsumsi

Bagi anda khususnya masyarakat Indonesia, pastinya mengonsumsi daging ayam sudah menjadi konsumsi sehari-hari. Tentu saja hal ini karena selain kaya akan gizi dan nutrisi, daging ayam pun memiliki harga yang terjangkau bila dibandingkan dengan konsumsi daging lain, seperti daging sapi. Kadang masyarakat senang mengonsumsi ayam yang sudah diolah di pasaran ada juga yang lebih memilih membeli ayam karkas.

Pasti para ibu-ibu rumah tangga sudah tidak asing lagi dengan istilah ayam karkas. Masyarakat khususnya ibu rumah tangga sebagian besarnya gemar membeli ayam karkas. Apa ada diantara yang masih asing dengan ayam jenis ini? Ayam karkas sendiri merupakan daging ayam yang sudah berbentuk potongan-potongan tubuh ayam seperti, paha, dada, kepala, dan kaki atau dalam bentuk ayam potong utuh.

Nah, ayam yang sudah dipotong kepalanya, kakinya, dibersihkan jeroannya, dan dicabut bulunya inilah yang disebut ayam karkas. Sekarang anda sudah paham mengenai sekilas tentang ayam karkas. Berhubung masyarakat Indonesia sering sekali mengonsumsi daging ayam, terutama hasil olahan atau masakan sendiri, penting sekali untuk bisa memperoleh ayam karkas yang layak konsumsi.

Hal ini karena berhubung permintaan daging ayam di pasaran sangatlah tinggi, hal ini berdampak pula pada kualitas daging ayam yang diproduksi. Biasanya selalu terjadi penyimpangan pada bagaimana ayam tersebut dirawat atau penyimpanannya. Sering sekali ada ayam pedaging yang dipelihara dengan tidak layak dengan alasan demi menekan biaya.

Atau ada juga ayam yang selama proses pengolahannya asal dan tidak higienis, penyimpanan daging yang kurang tepat sehingga memengaruhi kualitas daging ayam, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu penting bagi kita semua untuk mengetahui ciri-ciri ayam karkas dalam kondisi baik.

Ciri-Ciri Ayam Karkas yang Sehat

  1. Kulitnya tidak kering dan tidak pula berlendir
    Pastikan ketika memilih ayam jangan sampai tampak kering atau mengeluarkan suatu cairan apalagi berlendir. Karena kulit ayam sehat itu tidaklah berlendir atau kering.
  2. Aroma khas daging ayam segar
    Waspadalah bila menemukan daging ayam yang sudah berbau menyengat, amis, apalagi busuk.
  3. Warna daging putih atau agak krem dan kemerahan
    Jangan pernah membeli ayam karkas yang warnanya kuning atau agak hijau.
  4. Bertekstur kenyal
    Pastikan bagi anda untuk selalu menekan daging ayamnya terlebih dahulu. Daging ayam yang baik akan kembali ke posisi asal ketika ditekan dan tidak ada tanda-tanda lembek. Daging ayam yang baik adalah yang masih bertesktur kenyal apabila ditekan.
  5. Daging ayam mulus
    Maksud mulus disini adalah tidak ditemukannya memar dan tanpa cacat. Oleh karena itu pastikan dengan jeli ketika hendak membeli ayam karena ayam karkas yang bagus tidak mungkin memiliki memar.
  6. Berserat halus
    Anda tak perlu khawatir ketika daging ayam masih ada darah yang keluar ketika ditekan, serta memiliki serat yang halus. Hal ini membuktikan bahwa daging ayam tersebut masih bagus.
  7. Tidak adanya lemak pada serat daging
    Walaupun daging ayam termasuk kedalam makanan yang mengandung lemak jenuh, tapi pastikan daging tersebut tidak ada lemak diantara serat daging. Demi kesehatan, hindarilah ayam yang ada lemak tepat diantara serat dagingnya.

Selain memperhatikan ciri-ciri fisik ayam, anda pun harus teliti terhadap kualitas kebersihan tempat pemotongan dan penjualannya. Pastinya harus bersih dengan air mengalir berkualitas baik yang berfungsi untuk mencuci ayam karkas.

Perbedaan Kadar Nutrisi dan Kalori Daging Ayam Bagian Paha dan Dada

Perbedaan Kadar Nutrisi dan Kalori Daging Ayam Bagian Paha dan Dada

Bila anda dibuat berbagai pilihan diantara berbagai macam daging pilihan, pasti ada dari sebagian besar dari anda yang  lebih memilih daging ayam. Di Indonesia sendiri daging ayam memang umum dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Tentu karena berbagai faktor seperti karena kandungan nutrisi dan kalori daging ayam, harganya yang terjangkau, mudah dibeli, dll.

Biasanya di Indonesia memang lebih cenderung senang mengonsumsi daging ayam karena disamping karena pengolahannnya yang mudah, banyak ditemukan di pasaran, harganya yang lebih murah dibandingkan daging lainnya, dan rasanya yang lezat, tapi berbanding lurus dengan nutrisi yang baik untuk tubuh. Namun apakah aman mengonsumsinya? Apakah kadar kalori daging ayam masih wajar?

Lalu bagian daging ayam manakah yang kalian sukai? Biasanya ayam sering dipotong dan dibagi lagi menjadi beberapa bagian tubuh seperti paha, dada, sayap, kepala, kaki, hingga jeroannya. Tahukah kamu bahwa masing-masing bagian memiliki kandungan nutrisi dan kalori daging ayam yang berbeda?

Jadi lebih Bagus Mengonsumsi yang Mana Paha atau Dada?
Bukanlah suatu hal yang tidak asing ketika, misalnya saja membeli aneka kuliner dengan bahan dasar daging ayam pasti akan ditanya dada atau paha? Apakah anda mengonsumsi diantara kedua bagian tersebut karena alasan citarasa atau nutrisi yang dikandung? Tahukah kamu kalau paha dan dada masing-masing punya kalori daging ayam termasuk gizi yang beda sehingga memengaruhi rasanya juga.

  1. Lemak
    Bila membahas mengenai lebih banyak kandungan lemak yang mana antara paha dan dada, tentu saja bagian paha memang lebih unggul. Paha ayam dengan porsi sama memiliki kandungan lemak total 13 gram dan 3,5 gram untuk lemak jenuh. Sedangkan setiap 85 gr dada ayam panggang, misalnya hanya mengandung 7 gram lemak total saja dan 2 gram untuk lemak jenuh.
  2. Protein
    Dada ayam memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan paha ayam. Walaupun keduanya juga sebetulnya memiliki sumber kandungan protein hewani yang baik. Dada ayam sendiri mengandung jumlah protein sekitar 25 gram sedangkan satu potong paha dengan berat sekitar 85 gram sendiri kandungan proteinnya sebesar 21 gram.
  3. Natrium
    Natrium adalah mineral elektrolit yang sering ditemukan pada makanan. Kandungan ini memang penting untuk menjaga kerja otot sekaligus keseimbangan cairan pada tubuh. Walaupun tentu saja harus sampai batas tertentu karena bila berlebihan akan menyebabkan retensi air yang menjadi pemicu meningkatnya  tekanan darah.
    Nah, bila membahas kandungan natrium yang ada pada dada dan paha ayam tidak jau berbeda. Pada dada ayam mengandung 60 miligram natrium sedangkan untuk 85 gram paha ayam mengandung 70 miligram natrium.
  4. Kolesterol
    Mengonsumsi makanan yang tinggi akan kolesterol dapat memicu risiko terjadingya penumpukan plak di pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung, jadi sebetulnya harus dibatasi dalam asupan kolesterol hariannya, yaitu sebanyak 200 miligram untuk yang menderita penyakit jantung koroner.
    Nah, untuk kandungan kolesterol pada daging aya sendiri, untuk 85 gram dada ayam mengandung 70 miligram kolesterol atau 24% asupan harian yang disarankan. Sedangkan paha ayam dengan porsi sama memiliki kandungan 80 miligram kolesterol atau 26% asupan harian yang dianjurkan.
  5. Kalori
    Sedangkan untuk kalori daging ayam pada dada dan paha cukup timpang. Paha ayam memiliki kandungan jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam. Setiap 85 gram paha ayam mengandung 210 kalori, sedangkan dada untuk porsi yang sama engandung 170 kalori.
Inilah Segudang Manfaat Daging Ayam Untuk Kesehatan Manusia

Inilah Segudang Manfaat Daging Ayam Untuk Kesehatan Manusia

Daging ayam merupakan salah satu lauk yang biasanya menjadi primadona dalam makanan sehari-hari. Cara mengolah yang berbeda serta menjaga kandungan gizi manfaat daging ayam tersebut dan membuatnya tidak bosan untuk dikonsumsi tentu hal yang sangat penting. Misalnya saja di Sulawesi Selatan, daging ayam sering digunakan untuk menggantikan bebek dalam masakan nasu palekko’, atau itik masak, karena ayam memiliki lebih banyak daging daripada bebek.

Meskipun begitu, daging ayam seringkali dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang meyakini bahwa memakan daging ayam dapat membuat banyak penyakit muncul. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya ada begitu banyak kandungan gizi daging ayam yang bisa ditemukan dalam sekali santap. Tidak perlu menunggu lama lagi, berikut adalah manfaat daging ayam yang bisa Anda dapatkan.

Daging Ayam Menjaga Ketajaman Mata Anda

Ketika Anda mengonsumsi seekor ayam, maka Anda turut memberikan manfaat kepada mata Anda. Sebab ayam mengandung alfa, beta karoten, lycopene, hingga retinol yang sebenarnya sangat berguna untuk membuat mata Anda tetap tajam dalam melihat.

Beberapa Kandungan Gizi Daging Ayam

Kandungan gizi daging ayam juga bisa Anda rasakan ketika sedang mengalami masalah kulit atau bibir kering hingga menyebabkan pecah-pecah yang parah. Tentunya keadaan ini tidak membuat Anda nyaman. Apalagi jika Anda malas untuk meminum air putih dan mengonsumsi sayur serta buah-buahan. Anda bisa mengatasinya dengan memakan daging ayam yang diolah menjadi sup.

Sebab di dalam daging ayam telah terkandung riboflavin yang dapat memperbaiki dan memperkuat jaringan tubuh manusia. Ketika jaringan tubuh Anda telah kuat, maka penyakit seperti kulit kering hingga penyakit yang lain akan terhindar.

Daging Ayam Sebenarnya Baik Untuk Jantung Anda

Jika Anda mengonsumsi daging ayam dengan benar, maka Anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa. Salah satunya adalah untuk kesehatan jantung. Daging ayam dipercaya dapat menekan hingga mengendalikan kadar homosistein dalam tubuh Anda. Selain itu daging ayam juga dapat melindungi jantung Anda dari berbagai penyakit yang terkait dengan jantung.

Daging Ayam Menguatkan Tulang dan Mencegah Keropos

Kekuatan tulang yang dimiliki oleh manusia akan berkurang seiring dengan menuanya usia mereka. Banyak orang yang mengatasinya dengan meminum vitamin hingga susu tertentu. Tetapi tahukah Anda jika sebenarnya daging ayam juga dapat mengatasi keropos pada tulang hingga penyakit persendian lain jika dikonsumsi dengan baik dan benar.

Daging Ayam Sebagai Obat Anti Depresi Alami

Banyak orang di luar sana yang langsung mengonsumsi obat kimia ketika mengalami gejala depresi. Padahal daging ayam yang sering dikonsumsi sebenarnya memiliki zat yang sama untuk mengobati atau mencegah depresi ini terjadi. Zat tersebut adalah typtophan yang dikandung oleh asam amino. Typtophan memiliki manfaat untuk memperbaiki suasana hati, ketika suasana hati membaik maka depresi juga akan menjauh dari Anda.

Daging Ayam Memperkuat Otot

Mungkin manfaat daging ayam yang satu ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Ayam memang salah satu unggas yang mengandung protein yang tinggi. Protein tersebut dapat membangun massa otot agar menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Selain itu, daging ayam juga mengandung lemak sehat yang bisa menunda rasa lapar dan mengontrol nafsu makan Anda. Ketika memakan ayam, Anda akan merasa kenyang lebih lama dari biasanya. Maka tidak heran jika ayam yang dipadukan dengan sayuran menjadi menu andalan dari makanan diet.

Daging Ayam Pencegah Anemia

Kandungan gizi daging ayam selanjutnya adalah zat besi. Mencukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh akan membuat Anda terhindar dari penyakit anemia. Anemia atau kurang darah memang bisa saja diobati dengan meminum obat kimia, namun alangkah lebih baiknya jika Anda menjadikan daging ayam sebagai solusi yang tepat.
Tidak hanya rasanya yang lezat, daging ayam juga dapat mengatasi anemia pada perempuan yang sedang haid dengan membentuk kembali sel darah merahnya. Jadi kapan lagi bisa makan enak sekaligus sehat?

Daging Ayam Menjaga Kesehatan Gigi

Tahukah Anda bahwa ketika Anda menyantap daging ayam, maka secara tidak langsung Anda telah menjaga kesehatan gigi Anda? Ya, benar. Sebab di dalam ayam terdapat zat fosfor yang sangat baik dalam menjaga kekuatan gigi Anda dan memperkuatnya hingga Anda lanjut usia.

Daging Ayam Ternyata Dapat Mencegah Kanker

Kanker merupakan penyakit yang sampai hari ini belum ditemukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Terkadang seseorang didiagnosis oleh dokter bahkan ketika dia sudah mencapai stadium akhir. Karena gejalanya yang tidak nampak, maka kanker dapat menyerang manusia kapan saja.

Salah satu yang bisa yang dilakukan agar tidak terkena penyakit kanker adalah dengan menjaga makanan yang dikonsumsi. Jika Anda orang yang sangat menyukai memakan ayam, maka selamat Anda telah mencegah kanker masuk ke dalam tubuh Anda.

Daging ayam yang Anda makan ternyata memiliki kandungan niacin, bagian dari vitamin B yang berfungsi untuk membasmi sel-sel kanker. Selain itu niacin ini juga dapat memperbaiki kerusakan DNA yang menjadi penyebab tumbuhnya kanker di dalam tubuh manusia.

Daging Ayam Berfungsi Menjaga Keseimbangan Kolestrol dalam Tubuh

Kolestrol adalah penyakit yang banyak menyerang orang-orang yang telah lanjut usia. Biasanya mereka akan menjaga pola makannya dengan baik, memilih dan memilah makanan jenis apa yang bisa mereka konsumsi. Mereka juga cenderung menghindari daging ayam karena menganggap bahwa daging ayam memiliki kolestrol jahat bagi tubuh.
Meskipun hal ini tidak sepenuhnya salah, namun sebenarnya kandungan niacin yang dimiliki oleh daging ayam juga bisa menurunkan kadar kolestrolnya hingga dapat dikonsumsi oleh semua orang, termasuk bagi yang menderita kolestrol. Tetapi dengan catatan bahwa proses pengolahan ayam harus dilakukan dengan cara dimasak, bukan digoreng tentu saja.

Daging Ayam Berguna Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

Bagi sebagian orang, menjaga sistem imun tubuh adalah cara yang susah. Maka mengonsumsi vitamin dalam bentuk tablet akan membuat tubuh mereka tetap sehat meski memiliki segudang aktivitas. Vitamin yang banyak dijual di pasaran sebenarnya memiliki kandungan yang sama seperti di dalam tubuh ayam.
Bahkan ayam juga mengandung mineral yang cukup untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh Anda. Alhasil Anda akan terhindar dari ragam penyakit yang bisa datang kapan saja.

Daging Ayam Penting untuk Anak dan Para Pria

Seperti dijelaskan sebelumnya, daging ayam memiliki kandungan fosfor dan kalsium yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak. Tulang anak yang masih rawan ini dapat diperkuat hanya dengan memakan daging ayam yang cukup. Selain itu, daging ayam juga sangat baik dikonsumsi oleh pria dewasa untuk meningkatkan hormon testosterone yang berguna untuk organ reproduksinya.

Itulah tadi berbagai kandungan gizi daging ayam yang bisa Anda dapatkan jika rutin mengonsumsinya. Meskipun memiliki ragam manfaat, Anda tentu saja harus tetap bijaksana dalam mengolah ayam ini. Hindarilah untuk menggoreng atau membakar ayam terlalu sering.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengukus atau memasaknya menjadi sup ayam yang nikmat. Selain tidak memiliki minyak, memasak atau mengukus ayam akan menghindarkan Anda dari berbagai penyakit juga. Ingat, bahwa yang diharapkan dalam mengonsumsi makanan adalah manfaatnya, terlebih manfaat daging ayam ini. Jangan sampai justru penyakitlah yang bisa Anda dapatkan setelahnya. Selamat mencoba dan mari belajar hidup sehat.

Tips Aneka Daging Ayam Berikut Sebelum Anda Memutuskan Membelinya

Tips Aneka Daging Ayam Berikut Sebelum Anda Memutuskan Membelinya

Bagi Anda yang memiliki hobi makan, tentu saja familier dengan olahan daging ayam yang seringkali disajikan dengan menggunakan sambel sebagai pelengkap. Namun jika Anda ingin mencoba untuk mengolahnya sendiri di rumah, maka Anda harus memerhatikan banyak hal ketika ingin memilih ayam yang tepat.

Sebelum memasak, Anda harus memastikan dulu apakah ayam yang ingin Anda gunakan harus ayam utuh atau yang sudah dipotong-potong kecil terlebih dahulu? Sebab beda resep maka beda pula jenis ayam yang dibutuhkan. Sebaiknya Anda menuliskan resep yang jelas agar dapat memandu Anda dalam menghasilkan makanan yang enak. Jika sudah jadi, maka berikut informasi aneka daging ayam yang bisa menjadi pilihan Anda.

Memilih Daging Ayam Segar dan Sehat

Jika Anda mencari ayam utuh, maka pertama kali yang bisa Anda perhatikan adalah cairan yang keluar dari ayam tersebut. Jangan pernah membeli ayam yang terlihat mengeluarkan cairan tertentu seperti darah dan sebagainya. Sebab biasanya sel ayam yang seperti itu telah mengalami kerusakan dan tentu saja sudah tidak segar lagi.
Selanjutnya Anda dapat menyentuh langsung. Daging ayam segar akan memiliki tekstur yang cukup elastis dan tidak terlalu kaku. Misalnya saat ditekan, daging ayam akan langsung kembali ke bentuk semula. Jika tidak, maka bisa jadi ayam itu mungkin berkualitas rendah dan tidak terlalu laku.

Apabila Anda belum terlalu yakin apakah ayam tersebut masih segar, Anda bisa mencoba untuk menghirup baunya. Daging ayam segar akan mengeluarkan bau yang khas dan tidak amis menyengat atau berbau bahan kimia. Bau ayam yang menyengat bisa jadi karena ayam tersebut kualitasnya sudah tidak bagus lagi.

Untuk Anda yang ingin membeli ayam di supermarket dan bukan di pasar, Anda harus jeli memerhatikan plastik yang menutupi ayam tersebut. Jatuhkan pilihan Anda pada ayam yang terbungkus dengan rapi dan tidak ada bagiannya yang sobek. Kemasan ayam yang sobek dapat membuat debu atau bakteri masuk dan menempel pada ayam tersebut.
Terakhir, Anda bisa menggunakan indra penglihatan Anda untuk melihat warna ayam yang akan Anda beli. Daging ayam segar dan sehat akan terlihat putih kemerah-merahan. Hindari ayam yang memiliki warna kelam atau lebam kebiru-biruan. Hindari juga ayam yang berwarna putih bersih tanpa kemerahan, sebab biasanya ayam tersebut telah diberi zat kimia tertentu.

Daging Ayam Potong

Memilih Daging Ayam Beku Berkualitas

Mungkin sebagian orang masih memiliki banyak ketakutan untuk membeli daging ayam beku sebagai olahan utama masakan mereka. Ada banyak pemicu, seperti ayam beku dinilai tidak terlalu sehat dibanding ayam segar yang lainnya. Namun sebenarnya ada beberapa tips yang bisa diterapkan dalam mengatasi hal ini.

Pertama, sebisa mungkin belilah daging ayam beku di akhir Anda berbelanja dan ketika sudah ingin pulang ke rumah. Ini dapat meminimalisir daging ayam agar tetap baik dan terjaga ketahanannya.
Kedua, daging ayam beku pilihan Anda haruslah yang berwarna kemerahan dan tidak pucat, lebam, atau bahkan berwarna hijau. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa ciri ayam yang segar secara keseluruhan adalah yang memiliki warna kemerahan, entah itu beku ataupun tidak.

Ketiga, setiap daging ayam beku akan diberi kemasan dengan plastik yang pas. Perhatikan dengan saksama tanggal kadaluarsa dari ayam tersebut. Karena dibungkus dengan rapi, ayam tidak tersentuh lalat atau kuman. Maka sebenarnya daging ayam beku juga memiliki resiko persebaran kuman yang rendah dibanding ayam yang dibiarkan terbuka begitu saja.

Keempat, jangan biarkan plastik kemasan daging ayam beku Anda rusak. Ketika plastik rusak, maka bisa jadi kuman akan masuk dan hinggap di ayam tersebut. Sebab salah satu keuntungan dari membeli ayam beku selain harganya murah adalah kebersihannya selalu terjaga dalam kemasan yang bersih.

Memilih Daging Ayam Broiler

Ayam broiler memang memiliki daging yang cukup lunak dibanding ayam kampung. Tidak heran ayam jenis inilah yang menjadi primadona di warung lalapan pinggir jalan. Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin memasak daging ayam broiler ini di rumah.
Pertama, sebelum membeli ayam broiler jangan lupa menimbang beratnya. Pilihlah ayam yang memiliki berat antara 900 gram hingga 1,2 kg. Sebab jika lebih dari itu, Anda tentu harus repot untuk membersihkan lemak yang begitu banyak pada ayam. Ini akan menyita waktu Anda dalam memasak.

Kedua, perhatikan bagian leher dan kepala dari daging ayam broiler Anda. Jangan ambil ayam yang masih menyisakan darah pada kedua bagian tersebut. Sebab itu menunjukkan bahwa penjualnya tidak membersihkan dengan benar. Lagi pula darah yang menempel justru bisa menjadi pertanda ayam tersebut sudah tidak segar lagi.
Ketiga, sebaiknya Anda membeli ayam hidup yang langsung dipotong di depan Anda. Anda juga bisa meminta untuk memotong-motong daging ayam broiler tadi menjadi beberapa bagian. Ini bisa membantu Anda untuk menjamin sendiri kesegaran yang ada dalam ayam tersebut.

Keempat, ayam segar akan terlihat dari penampakan fisik yang bagus. Daging ayam broiler dan yang lain jika sehat akan memiliki penampilan yang sama, yaitu berwarna putih kemerah-merahan. Hindari pembelian ayam yang memiliki bercak pada bagian tubuhnya. Jika bisa disentuh, pastikan kulit ayam pilihan Anda bersih dan tidak licin.

Daging Ayam Broiler

Memilih Daging Ayam Potong Higenis

Selain jenis-jenis ayam yang sudah dijelaskan di atas, ada satu lagi jenis ayam yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu ayam potong. Seperti jenis ayam sebelumnya, dalam memilih daging ayam potong yang higenis juga diperlukan cara yang tepat.

Pertama, ketahuilah bahwa daging ayam potong yang segar hanya akan bertahan sekitar 4 hingga 6 jam setelah ayam tersebut dipotong. Anda bisa coba menanyakan langsung pada penjualnya, jika beruntung mereka mungkin akan menjawab dengan jujur.

Kedua, perhatikan daging ayam potong Anda. Biasanya ayam potong memiliki daging yang lebih kekuningan dan sedikit putih. Lapisan lemak yang terdapat dalam tubuh ayam juga akan memiliki warna yang serupa dan tentu saja akan merata.

Ketiga, hirup aroma ayamnya. Secara keseluruhan, semua ayam yang memiliki daging yang sehat tidak akan berbau menyengat. Aroma yang keluar justru aroma khas daging. Tidak ada bau anyir sama sekali.

Itulah tadi berbagai tips yang bisa Anda terapkan dalam membeli ayam di pasar atau di supermarket. Jangan pernah sungkan untuk melakukan tips di atas meskipun mungkin Anda akan dilihat oleh penjualnya secara langsung. Sebab mengonsumsi daging ayam yang sehat tentu akan memberi manfaat yang luar biasa. Tujuan Anda mengonsumsi ayam untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai yang Anda dapatkan adalah penyakit setelahnya. Telitilah dalam membeli ayam yang tepat untuk Anda dan juga keluarga. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Manfaat Mengonsumsi Ayam Potong 4 dan Tips Memilih Daging Ayam

Manfaat Mengonsumsi Ayam Potong 4 dan Tips Memilih Daging Ayam

Ketika Anda berbelanja ayam potong atau ayam broiler, biasanya Anda bisa memilih antara ayam potong 4, potong 6, atau potong 8. Perbedaan di antara ketiganya bukan hanya berdasarkan jumlah potongannya, tapi juga bagian-bagian yang dipotong. Untuk yang dipotong jadi 4, biasanya bagian yang akan Anda peroleh adalah dada kanan dan sayap kanan, dada kiri dan sayap kiri, paha atas kanan dan paha bawah kanan, dan paha atas kiri dan paha bawah kiri.

Pada dasarnya, ayam potong diternakkan memang untuk diambil dagingnya. Karena itulah jenis ayam yang satu ini gemuk-gemuk dan punya banyak daging, sehingga menguntungkan para peternak ayam. Sementara itu, dari sudut pandang konsumen yang mengonsumsi daging tersebut, daging ayam potong pun tak kalah bergizi dan lezat. Sebab, daging ayam potong pun kaya akan nutrisi yang bisa menunjang pertumbuhan tubuh yang sehat.

Manfaat Konsumsi Ayam Potong 4

1. Melengkapi pola makan gizi seimbang.

Seperti yang sudah Anda ketahui, pola makan yang sehat adalah pola makan dengan gizi seimbang. Dalam satu porsi makanan, harus terdapat berbagai jenis makanan dengan kandungan gizi yang bervariasi juga, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Nah, untuk kandungan protein, Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengonsumsi daging ayam potong 4 yang sudah diolah sesuai dengan selera Anda.

Sebagai makanan sumber protein hewani, daging ayam apapun pada dasarnya mengandung lemak hewani yang dibutuhkan tubuh sebagai cadangan makanan dan menambah energi tubuh. Kemudian, lemak hewani juga berguna untuk menghangatkan tubuh ketika cuaca dingin.

Pastinya, Anda juga perlu mengonsumsi daging ayam tersebut dalam jumlah yang pas alias tidak berlebihan untuk bisa merasakan manfaatnya secara maksimal.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Salah satu manfaat lainnya dari mengonsumsi daging ayam adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini sangat berguna untuk menjaga tubuh Anda agar tidak mudah sakit, apalagi dalam kondisi cuaca ekstrim dan perubahan cuaca yang tak menentu. Sebab, peningkatan daya tahan tubuh bukan hanya dirasakan dengan mengonsumsi vitamin dan mineral saja, tapi juga dari pola makan yang baik dengan gizi yang seimbang.

3. Menghindari risiko anemia.

Anemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah. Efeknya, tubuh pun jadi merasa letih, lemah, dan lesu. Untuk mengatasi masalah ini, penderita anemia harus mengonsumsi zat besi yang bisa diperoleh dari makanan yang mengandung zat besi seperti bayam, atau dengan mengonsumsi suplemen tambah darah.

Tahukah Anda kalau daging ayam potong, termasuk ayam potong 4 mengandung zat besi? Dengan rajin mengonsumsi daging ayam potong dalam porsi yang seimbang, risiko anemia pun dapat Anda hindari dengan efektif.

Tips Memilih Daging Ayam Potong yang Segar dan Berkualitas

Anda perlu membeli hanya daging ayam potong yang masih bagus kondisinya. Dengan begitu, Anda pun terjamin gizinya karena daging yang masih segar jelas punya kandungan gizi yang lebih baik. Di samping itu, daging yang sudah tidak segar juga berisiko menyebabkan keracunan.

Nah, untuk membantu Anda memilih daging ayam potong 4 yang benar-benar masih segar dan berkualitas baik, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Tekan bagian dada.

Daging ayam yang masih segar biasanya memiliki bagian dada yang bentuknya lebih bulat dan cenderung berisi. Kemudian, daging bagian dada tersebut akan terasa lunak atau empuk jika ditekan.

2. Perhatikan warna dagingnya.

Daging ayam yang benar-benar masih segar biasanya punya warna merah muda alias pink. Karena itu, Anda jelas perlu menghindari daging yang warnanya sudah berubah jadi kelabu atau memiliki semburat warna abu-abu. Sebab, daging dengan warna kelabu menunjukkan bahwa daging tersebut sudah lama disimpan di dalam lemari pendingin, yang juga berarti bahwa waktu pemotongan ayam tersebut sudah sangat lama.

Akan tetapi, ada juga daging ayam segar yang warnanya cenderung kuning. Hal ini bisa terjadi karena warna daging ayam pun dipengaruhi oleh pakannya. Artinya, daging ayam berwarna kuning bukan berarti daging tersebut sudah tak lagi segar. Yang penting warnanya sudah tidak kelabu.

3. Teliti saat memilih daging ayam beku.

Biasanya, supermarket menjual daging ayam potong 4 dalam kondisi beku demi menjaga kesegarannya. Akan tetapi, membekukan daging pun idealnya harus sampai keras seperti batu, yang artinya tidak ada kristal es menempel pada dagingnya. Karena itu, sebaiknya Anda periksa bungkus daging ayam beku yang berada di tumpukan paling bawah. Jika ternyata ada air menetes di dalam bungkusan daging, artinya daging tersebut sudah berulang kali dibekukan. Meskipun gizinya sebenarnya masih terjaga, rasa dagingnya tak lagi selezat daging yang benar-benar masih segar.

4. Hindari daging ayam yang “berdarah”.

Ketika berbelanja di supermarket, sangat umum melihat daging yang dibungkus menggunakan plastic wrap agar pembeli masih bisa melihat kondisi daging tanpa harus memegangnya langsung. Nah, jika Anda menemukan bungkusan daging yang masih memiliki genangan air darah, artinya daging tersebut sudah sering dipegang sebelumnya. Akibatnya, tekstur daging sudah rusak – karena inilah darahnya keluar. Apalagi, daging yang sudah terlalu sering dipegang juga berarti cenderung lebih terkontaminasi.

5. Pilih daging yang lebih mengundang lalat.

Hal ini mungkin terdengar jorok, tapi sebenarnya trik ini sangat berguna untuk membantu Anda memilih daging ayam potong 4 yang masih segar, lho! Apalagi mengingat fenomena penggunaan boraks untuk mengawetkan daging agar masih nampak segar, padahal umurnya sudah harian. Dan rupanya, hewan jauh lebih pintar dalam memilih daging yang masih segar.

Jika daging lebih mengundang lalat, maka bisa dijamin bahwa daging tersebut masih segar. Sedangkan jika lalat tidak mau mendekat, kemungkinan terbesar adalah bahwa daging tersebut sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya, termasuk boraks.

Yuk, jaga dan terapkan pola makan yang sehat dan seimbang dengan mengonsumsi daging ayam potong 4 segar!

Cara Memotong Ayam Potong 8, 10, 12 Bagian dengan Mudah

Cara Memotong Ayam Potong 8, 10, 12 Bagian dengan Mudah

Ayam merupakan bahan makanan yang umum digunakan untuk berbagai macam menu – dari ayam goreng, ayam rica-rica, ayam penyet, ayam geprek, ayam sayur, dll. Anda ingin menjual makanan berbahan dasar ayam? Atau Anda ingin menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga? Simak cara memotong ayam potong 8, 10, 12 bagian dengan mudah berikut ini!

Kenapa ayam perlu potong 8 ?

Pada dasarnya, kita ingin membuat makanan/masakan yang dibuat dari bahan-bahan terbaik. Karenanya, kita tidak menggunakan semua bagian ayam sebagai bagian dari resep. Mungkin Anda berpikir tetap bisa membuat ayam goreng, ayam bakar, ayam kecap, dll. menggunakan semua bagian ayam.

Namun, jika kita berbicara menu bernama Chicken Wing, Chicken Escalope, Chicken Breast, Chicken Leg, Drumstick? Apakah menu-menu itu menggunakan semua bagian tubuh ayam? Nyatanya tidak.

Contohnya lagi, Anda ingin membuat menu Chicken Wing, manakah bagian yang dibutuhkan? Sesuai namanya, Anda membutuhkan bagian sayap untuk membuat menu masakan ini.

Jadi, itulah pentingnya, Anda membuat potongan-potongan ayam potong 8, 10, 12. Lagipula, hal ini akan berguna jika Anda membuat makanan untuk dijual. Tentu untung yang diraup makin tambah asik!

Cara memotong ayam menjadi 8 bagian

Pada intinya, pemotongan ayam menjadi 8 bagian adalah memotong bagian bawah (bagian paha atas-paha bawah) menjadi 4 bagian dan bagian atas (bagian dada-punggung) menjadi 4 bagian. Sehingga total jumlah potongan menjadi 8 bagian. Inilah langkah-langkah penjelasannya!

Taruh ayam diatas talenan, dengan dada menghadap ke atas dan punggung menempel ke talenan.

Belah ayam menjadi dua bagian – bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas ayam terdiri dari kepala (jika belum dipotong), sayap, dada, dan punggung. Bagian bawah ayam terdiri dari paha atas, paha bawah, dan ceker (jika belum dipotong).

Cara membelah ayam menjadi dua ini bisa Anda lakukan dengan mencari sendi paha bagian dalam. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan menyayat hingga bertemu tulang punggung. Potong tulang punggung itu dengan pisau tebal dan besar.

Setelah ayam terpotong menjadi dua bagian, maka langkah selanjutnya adalah memotong bagian bawah ayam sama besar. Anda sebaiknya menggunakan pisau tebal, tajam, dan besar, karena akan bersentuhan langsung dengan tulang. Jika sudah membagi menjadi dua, Anda potong lagi kedua belahan bagian bawah ini untuk menjadikannya paha atas, paha bawah, dan ceker (jika ada).

Sekarang, Anda pindah ke bagian atas ayam – sayap, dada, dan punggung. Kembali gunakan pisau tebal, tajam, dan besar untuk membelah bagian atas ayam menjadi dua bagian. Setelah terbelah, Anda bisa memotong belahan bagian atas ayam ini menjadi dua bagian untuk menghasilkan empat bagian.

Cara memotong ayam menjadi 10 bagian

Pada intinya, pemotongan ayam menjadi 10 bagian adalah memotong bagian bawah (bagian paha atas-paha bawah) menjadi 4 bagian dan bagian atas (bagian dada-punggung) menjadi 6 bagian. Sehingga total jumlah potongan menjadi 10 bagian. Berikut penjelasannya!

Taruh ayam utuh di atas talenan, dengan dada mengarah ke atas dan punggung menghadap ke talenan.

Anda bisa membelah ayam menjadi dua bagian – bagian dada-punggung dan bagian paha atas-paha bawah. Cara membelahnya: sayat bagian pangkal paha terus hingga ke arah punggung. Tulang punggungnya nanti bisa dipatahkan dan dipotong dengan pisau.

Anda bagi bagian bagian paha atas-paha bawah menjadi empat. Caranya: belah terlebih dulu bagian tersebut menjadi dua bagian yang sama besar. Setelah itu, Anda cari bagian pangkal paha bawahnya dan potong tepat di bagian itu. Hal yang sama juga bisa Anda lakukan pada bagian paha yang lain.

Tugas Anda selanjutnya adalah membelah bagian dada-punggung. Caranya: taruh bagian dada-punggung diatas talenan, dengan dada menghadap ke atas. Belah bagian dada, diikuti belah bagian punggung. Bagian dada-punggung pun sekarang menjadi dua bagian.

Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah membagi belahan bagian dada-punggung menjadi tiga bagian. Caranya, Anda bisa mulai memotongnya di bagian dada ujung, tengah, dan sayap. Belahan bagian dada-punggung lainnya juga dilakukan pemotongan yang sama.

Cara memotong ayam menjadi 12 bagian

Pada intinya, pemotongan ayam menjadi 12 bagian adalah memotong bagian bawah (bagian paha atas-paha bawah) menjadi 4 bagian dan bagian atas (bagian dada-punggung) menjadi 8 bagian. Sehingga total jumlah potongan menjadi 14 bagian. Berikut penjelasannya!

Anda bisa meletakkan ayam utuh di atas talenan – dada menghadap ke atas dan punggung mengarah ke bawah.

Belah ayam utuh menjadi dua bagian besar (bagian punggung-dada dan bagian paha bawah-paha atas). Cara membelahnya, Anda bisa melakukan sayatan di pangkal paha, kemudian melanjutkannya sampai ke arah punggung. Jika sudah sampai di bagian tulang punggung, Anda bisa memotongnya dengan pisau.

Pisahkan dua bagian besar ini, Anda ambil bagian paha bawah-paha atas dan potong menjadi dua bagian yang sama besar. Setelah itu, Anda potong lagi kedua belahan ini masing-masing untuk memisahkan paha bawah dan paha atas. Anda selesai dengan bagian bawah.

Selanjutnya, Anda bisa membelah bagian atas sama besar, lalu memotong bagian sayap masing-masing belahan. Anda sudah punya dua bagian sayap.

Setelah itu, Anda bisa memotong belahan bagian dada-punggung menjadi 3 bagian, sehingga Anda akan memiliki 6 bagian.

Kesimpulan

Tidak ingin repot-repot memotong ayam potong 8, 10, 12 bagian? Anda sebaiknya membeli ayam potong yang sudah dipotong saja. Sehingga, Anda bisa menghemat waktu dan langsung ke proses berikutnya, yaitu mengolah ayam menjadi makanan berkualitas untuk keluarga atau pelanggan saja. Demikian cara memotong ayam menjadi beberapa bagian ini. Semoga membantu!

Tips Memilih Dada Ayam Utuh dan Resep Membuat Chicken Katsu

Tips Memilih Dada Ayam Utuh dan Resep Membuat Chicken Katsu

Apa itu daging ayam bagian dada yang utuh

Anda ingin dada ayam utuh? Itu adalah daging ayam yang telah dipotong dari bagian sayap, punggung, dan paha. Namun, daging ayam bagian dada itu utuh, tidak dipotong-potong lagi.

Apakah daging ayam bagian dada yang utuh itu pasti fillet? Tidak selalu. Intinya, daging dada ayam yang utuh itu tidak dipotong-potong.

Kenapa bagian dada utuh ini yang dicari? Hal ini karena dada ayam mengandung lemak paling rendah tapi kandungan proteinnya paling tinggi.

Menurut informasi yang beredar, pada 100 gram dada ayam tanpa kulit matang terkandung 31 gram protein. Selain itu, dalam jumlah yang sama, dada ayam mengandung 165 kalori – sekitar 80 persen kalori dari protein dan 20 persen kalori dari lemak.

Daging bagian dada memiliki manfaat untuk membentuk massa tubuh dan menurunkan berat badan. Sebab, kalori dan lemaknya tidak setinggi bagian ayam lainnya.

Rasa daging dada ayam juga enak. Itulah yang membuat daging ayam bagian dada lebih mahal dan banyak dicari orang.

Tips memilih daging ayam bagian dada yang utuh

Bagaimana cara memilih daging ayam bagian dada yang utuh? Pada dasarnya, hal ini berkaitan erat dengan tips memilih daging ayam potong secara keseluruhan. Berikut 7 tips praktisnya!

Anda harus memperhatikan daging ayam potong yang hendak dibeli. Warna yang sehat dan berkualitas itu putih dan merah muda. Sedangkan, warna daging ayam yang sudah tidak sehat itu berwarna pucat dan kebiru-biruan. Anda juga sebaiknya menghindari membeli ayam dengan warna mengkilap. Bisa jadi, ada tambahan formalin untuk memancarkan kilauan warna ayam.

Untuk mendapatkan daging ayam berkualitas, Anda perlu merasakannya dengan jari-jari Anda. Caranya cukup pegang bagian kulit ayam yang diincar, perhatikan apakah ada tekstur pasir/tepung? Jika merasakan tekstur seperti itu sebaiknya Anda menghindarinya karena ayam sudah diberi bahan kimia. Tekstur itu sisa-sisa bahan kimia yang tidak terbilas dengan bersih.

Jika Anda membeli daging ayam di pasar, perhatikan adakah lalat yang hinggap di daging ayam. Memang lalat sebaiknya dihindari karena membawa bibit penyakit, tapi dalam hal ini itu adalah indikasi yang bagus. Sebab, jika tidak ada satupun lalat yang datang, maka bisa dipastikan daging ayam yang dijual mengandung bahan kimia berbahaya. Namun, ini agak sulit dilakukan jika Anda membeli daging ayam di supermarket.

Anda membeli daging ayam di supermarket? Jika iya, Anda sebaiknya memperhatikan bungkusnya (plastik wrap). Ada yang sobek? Sebaiknya, pilih yang lain saja.

Daging ayam yang segar tidak memiliki bau anyir khas bangkai. Memang tetap ada bau amis, tapi baunya tidak terlalu menyengat. Jika ada bebauan yang tidak sedap, jangan membeli daging ayam disitu.

Daging ayam berkualitas masih memiliki tekstur yang elastis. Anda bisa coba menekan daging ayam tersebut, maka bekas tekanan jari Anda akan kembali ke bentuk semula. Itu tanda ayam masih segar. Bila Anda menemukan hal sebaliknya, ya jangan beli dari sana.

Daging ayam yang mengeluarkan darah atau cairan sebaiknya dihindari untuk dibeli. Itu karena sel-sel daging ayam sudah rusak karena sering dibekukan dan dicairkan.

Demikianlah tips memilih daging ayam berkualitas. Tips ini juga berlaku bagi Anda yang ingin membeli dada ayam utuh tanpa bagian-bagian yang lainnya.

Resep Chicken Katsu dari daging ayam bagian dada

Lantas, menu makanan apa saja yang membutuhkan daging dada ayam? Banyak. Salah satu diantaranya adalah Chicken Katsu.

Bahan utama:

Dada ayam utuh fillet – 350 gram

Garam – 1/2 sendok teh

Merica bubuk – 1/4 sendok teh

Bahan Pencelup:

Telur ayam – 1 butir

Susu tawar putih – 2 sendok makan

Bahan Pelapis:

Tepung terigu – 45 gram

Kaldu ayam bubuk – 1/8 sendok teh

Merica bubuk – 1/8 sendok teh

Tepung roti kasar – 50 gram

Minyak goreng – secukupnya

Bahan Saus Teriyaki:

Saus teriyaki – 3 sendok makan

Saus tiram – 1 sendok makan

Bawang bombay, cincang halus – 1 sendok makan

Bawang putih, cincang halus – 1 siung

Air – 75 mililiter

Margarin – 1 sendok makan

Langkah-langkah pembuatan

I. Membuat saus

Masukkan margarin, lalu masukkan irisan bawang bombay dan bawang puting sampai harum dan berwarna kecoklatan.

Masukkan saus teriyaki dan saus tiram, aduk.

Tuang air, dan masak sampai mendidih dan mengental. Angkat.

II. Membuat chicken katsu

Belah dada ayam utuh menjadi dua dan di iris melebar.

Pukul-pukul daging ayam untuk membuatnya pipih dan empuk.

Beri daging ayam merica, garam, air jeruk nipis di kedua sisi. Diamkan selama 30 menit.

Kocok susu, telur, garam. Pinggirkan.

Campur terigu dengan merica dan kaldu ayam bubuk. Pinggirkan.

Ambil daging dada ayam yang sudah diolah tadi, masukkan ke dalam kocokan telur. Angkat.

Masukkan daging dada ayam ke dalam campuran terigu, lalu masukkan lagi ke dalam kocokan telur. Angkat.

Balurkan daging dada ayam dengan tepung roti sambil ditekan biar menempel.

Tuang banyak minyak goreng ke wajan, nyalakan kompor dengan api sedang, tunggu hingga panas.

Masukkan daging ayam sampai berwarna keemasan, lalu angkat dan tiriskan.

Chicken Katsu bisa disajikan dengan saus teriyaki.

Perbedaan Nutrisi Paha Ayam Dengan Dada Ayam

Perbedaan Nutrisi Paha Ayam Dengan Dada Ayam

Untuk menghindari lemak ayam, biasanya orang lebih suka memilih dada ayam. Tak sedikit orang yang sedang diet mengonsumsi daging dada ayam sebab mengandung lemak paling sedikit, jika dibandingkan paha atas atau paha bawah. Sedangkan sebagian orang lainnya yang tidak bermasalah dengan lemak, lebih memilih bagian paha atas ataupun paha bawah, karena menurut mereka bagian paha ayam adalah bagian paling enak.

Daging ayam memang dikenal sebagai daging rendah lemak jika dibandingkan daging sapi. Akan tetapi sebenarnya, bergizi atau tidaknya menu hidangan ayam sendiri tergantung dari bahan campurannya atau bagian mana saja yang digunakan pada daging ayam. Biasanya daging pada dada ayam lebih banyak jika dibandingkan paha ayam dan dagingnya lebih berserat. Sementara daging pada paha ayam sendiri lebih gurih dan lezat.

Perbedaan Kandungan Protein Paha Ayam Dengan Dada Ayam

Protein

Jenis daging hewani biasanya mengandung protein, seperti daging unggas, daging sapi dan ikan. Untuk satu potongan bagian paha yang beratnya 85 gram terdapat 21 gram kandungan protein di dalamnya. Sementara dada ayam sendiri memiliki kandungan protein lebih tinggi sebesar 25 gram. Adapun asupan protein yang disarankan untuk tubuh sendiri per harinya sekitar 46 gram pada wanita, sedangkan pada pria sendiri 56 gram asupan protein per harinya. Asupan protein sendiri sangat penting bagi kekebalan tubuh, untuk membangun massa otot, dan pertumbuhan sel.

Lemak

Kandungan lemak pada dada ayam biasanya lebih rendah jika dibandingkan paha ayam. Dalam satu porsi daging dada ayam panggang terdapat lemak jenuh sebanyak 2 gram dan lemak total sebanyak 7 gram, kandungan tersebut termasuk 9 persen dan 10 persen dari total nilai protein harian yang dianjurkan.

Sementara kandungan lemak pada bagian paha sendiri sekitar 13 gram dari jumlah lemak total, untuk lemak jenuh sendiri terkandung 3,5 gram per porsi. Ini merupakan 20 persen yang direkomendasikan dari asupan harian total lemak tubuh serta 18 persen asupan lemak jenuh. Dengan mengambil kulit bagian dada atau paha bisa mengurangi kadar lemaknya.

Kalori

Paha dan dada ternyata memiliki jumlah kalori berbeda. Untuk satu porsi dada ayam yang berukuran 85 gram terkandung 170 kkal, sementara kalori paha ayam mengandung sebanyak 210 Kkal. Kalori tersebut tentu akan bertambah bila menambahkan saus dalam sajian ayam.

Karbohidrat

Paha atau dada ayam tak mengandung karbohidrat. Namun jika Anda memasak ayam dengan berbagai macam saus seperti madu, bbq bisa menambah asupan karbohidrat dalam tubuh. Sehingga bagi Anda yang tak ingin mengkonsumsi asupan karbohidrat berlebih, dianjurkan mengonsumsi daging ayamnya saja tanpa ditambah lapisan tepung atau saus.

Zat besi

Zat besi termasuk salah satu mineral penting untuk membantu menghasilkan mioglobin dan haemoglobin. Paha dan dada ayam mempunyai jumlah asupan zat besi sama. Untuk satu porsinya terdapat 4 persen zat besi dari total nilai harian yang dianjurkan. Sementara satu porsi daging paha ayam terdapat 6 persen zat besi.

Paha Ayam Bagi Pelaku Diet

Menurut chef Febrian Wicaksono sendiri bagian daging ayam yang bagus adalah paha bawah atau paha atas. Bagian dada tidak terlalu direkomendasikan, sebab dilihat dari struktur ayamnya sendiri, bagian paha mengandung sedikit lemak. Di samping rasanya yang enak, bagian paha juga mengandung otot lebih banyak dan mengandung sedikit lemak. Menurut Febrian, jika dilihat pada bagian bawah kulit antara leher dan dada mengandung lemak lebih banyak dibandingkan paha bagian bawah maupun atas.

Maka dari itu, chef yang biasa disebut sebagai chef Brian ini menganjurkan mengonsumsi daging ayam bagian paha bawah atau paha atas, terutama bagi yang sedang mengikuti program diet.

Paha Ayam Bawah dan Paha Ayam Atas

Paha ayam dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu paha bawah dan paha atas. Walaupun dagingnya tak setebal bagian dada ayam, tak sedikit orang menyukai bagian ini. Khusus paha bagian atas, kita dapat menjumpai 209 kalori dengan 26 gram protein pada tiap 100 gram paha tanpa tulang atau kulit. Sayangnya, sebanyak 47% kalorinya merupakan lemak sedangkan sisanya protein.

Sedangkan pada paha bagian bawah sendiri sering dijadikan sebagai olahan makanan drum stick mengingat bentuknya mirip seperti pemukul drum. Bagi Anda yang mengonsumsi 100 gram bagian paha bawah yang tanpa tulang dan kulit, Anda akan mendapatkan 172 kalori dan 28,3 gram protein. Sayangnya, kadar lemaknya sebesar 30 persen dari jumlah kalori tersebut. Apabila Anda mengonsumsi kulitnya juga, maka Anda akan memperoleh lemak dan kalori lebih banyak.

Bagaimana Mengolah Daging Ayam Dengan Baik

Terlepas dari kandungan kalori dan protein pada paha ayam, kita juga harus tahu bagaimana cara mengolah daging ayam dengan benar. Pakar kesehatan mengungkapkan bahwa daging ayam merupakan sejenis makanan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Sayangnya jika Anda tak mengolahnya dengan baik, daging ayam justri dapat membahayakan kesehatan.

Misalnya dengan menggorengnya atau dengan menambahkan lapisan tepung pada ayam ketika mengolahnya, Anda tentu akan mendapatkan lemak atau kalori dengan jumlah lebih banyak. Ini tentu saja bisa menaikkan kolesterol dalam darah dan bisa membahayakan organ jantung serta pembuluh darah. Jadi, lebih baik mengolah masakan daging ayam tanpa tambahan tepung, sebagai solusinya bisa dipanggang atau direbus.

Manfaat dan Kandungan Protein Dada Ayam

Manfaat dan Kandungan Protein Dada Ayam

Dada ayam merupakan bagian pada ayam yang mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dibandingkan bagian lainnya. Pada bagian dada biasanya banyak terkandung dagingnya. Pada bagian dada yang telah dibersihkan biasanya berwarna sedikit pink atau kekuningan. Umumnya dada pada daging ayam yang matang bisa disantap secara langsung tanpa dilengkapi bumbu dapur, khususnya bagi yang menjalankan program diet. Untuk rasanya sendiri lebih tawar dan tak terlalu gurih sebab hanya mengandung sedikit lemak saja.

Dada ayam bisa diolah ke dalam beraneka macam masakan, seperti dijadikan steak atau tumisan. Untuk steak sendiri diusahakan memasaknya sampai matang sebab hal ini bertujuan untuk mematikan kuman dan bakteri yang terdapat pada ayam. Mencicipi steak dengan menambahkan wortel atau jagung bisa menjadi pilihan.

Fungsi

Bagian dada pada daging ayam memang hanya memiliki sedikit kandungan lemak saja jika dibandingkan potongan ayam lainnya. Dengan mengkonsumsi daging ayam secara rutin setiap hari, tentu saja tak menjadi masalah sebab lemak yang terdapat di dalamnya sudah hilang saat melewati proses perebusan. Bagian potongan ayam ini sangat cocok dijadikan sebagai makanan untuk diet, hal ini dikarenakan kandungan protein dada ayam cukup tinggi sekitar 30 gram tiap 100 gramnya. Di samping itu, bagi Anda yang ingin membentuk massa otot tubuh, disarankan mengkonsumsi bagian dada karena pada daging ayam memiliki kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6, masing-masing sebanyak 60 mg dan 500 mg. Dengan kandungannya tersebut, tentu saja bisa mempercepat pembentukan otot tubuh.

Dikarenakan lemak pada potongan daging ayam ini memiliki kandungan lebih sedikit dibanding potongan ayam yang lainnya, tak heran jika rasanya cenderung tawar atau hambar. Akan tetapi, Anda bisa menyiasatinya supaya rasa dagingnya gurih. Adapun caranya cukup dengan merebus dada daging ayam bersama bawang Bombay dan bawang putih. Dengan cara ini, bisa membuat daging ayam lebih gurih dan juga wangi.

Bagaimana Cara Mengolah Dada Ayam?

Untuk mengolahnya menjadi makanan yang sehat, ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan berikut ini :

Pilih daging yang masih segar.

Dada pada daging ayam harus bertekstur elastis seba jika bertekstur lunak ketika dipegang, itu artinya daging ayam tersebut sudah tidak berkualitas.

Perhatikan warna pada daging, Anda harus memilih dada yang warnanya putih kekuningan serta tak mengandung banyak lemak.

Untuk penyimpanannya sendiri, cuci dada daging ayam sampai bersih terlebih dulu, kemudian letakkan dalam wadah yang kedap udara lalu simpan di lemari es supaya bisa tahan lama.

Adapun untuk menghilangkan bagian lemak yang tersisa, bisa dengan cara merebusnya bersama bawang Bombay dan bawah putih pada air rebusan supaya dada ayam tersebut rasanya lebih gurih.

Akan tetapi, jika daging ayam yang akan dimasak masih beku, sebaiknya biarkan ia mencari terlebih dulu sebelum direbus. Caranya dengan menyimpan daging ayam dalam microwave, bisa juga dengan merendam daging ayam ke dalam baskom yang berisi air.

Jika rasanya ingin lebih kuat, sebaiknya tambahkan daun seledri pada air rebusannya.

Manfaat Mengkonsumsi Dada Ayam

Bagian daging ayam ini memang sudah sangat populer dan paling banyak disukai. Karena dada daging ayam tanpa tulang dan tanpa kulit mengandung protein yang sangat tinggi, karenanya sangat cocok menjaga agar berat badan tidak berlebihan. Tahukah Anda bahwa kalori dada ayam hanya mengandung 3 gram saja dengan 142 kalori untuk setengah dagingnya. Tak hanya itu juga terdapat banyak kandungan vitamin esensial, seperti vitamin B12, B6 dan vitamin E.

Beberapa zat mineral terkandung dalam potongan daging ayam ini dengan jumlah yang sedikit, seperti kalsium, potassium, seng, dan zat besi. Dagingnya dapat diolah dengan cara dipanggang atau memasak. Dengan kandungannya tersebut, berikut sejumlah manfaat mengkonsumsi potongan daging ayam, berikut ini :

Tinggi Protein

Daging ayam ini mengandung protein tinggi, dengan jumlah 18 gram untuk tiap 100 gram bagian dadanya. Protein dibutuhkan untuk membentuk kekuatan otot. Sedangkan, dalam satu hari saja Anda disarankan menerima asupan protein sebesar 1 gram, karena itu dengan mengkonsumsinya Anda bisa memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh.

Anti Depresan

Bagian daging ayam ini juga mengandung asam amino sebagai triptofan, untuk membuat tubuh lebih rileks. Apabila Anda sedang merasa tegang, sedih, atau tertekan, bisa mengkonsumsi daging ayam. Dengan cara ini, kadar serotonin pada otak Anda meningkat. Sehingga bisa membantu mengatasi stress dan memperbaiki mood.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Biasanya daging ayam mengandung vitamin, mineral dan vitamin B. Berfungsi mencegah berbagai masalah seperti kelainan kulit dan katarak, dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatur sistem pencernaan dan mencegah gangguan organ jantung.

Menurunkan Tekanan Darah

Dengan mengkonsumsi daging ayam, bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah. Seseorang yang mengalami hipertensi dapat mengkonsumsi daging dada ayam, sebab mencegah tekanan darah meningkat. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara direbus atau dipanggang untuk mendapatkan manfaatnya.

Menurunkan Berat Badan

Mengkonsumsi daging ayam wajib sekali bagi yang sedang melakukan diet. Dikarenakan daging dada ayam ini memiliki kandungan protein tinggi dan lemak yang sedikit. Untuk menurunkan berat badan, selain mengatur pola makan juga bisa memillih daging ayam dilengkapi sayuran hijau.

Meningkatkan sistem metabolisme

Dada ayam mengandung sejumlah vitamin B untuk mendorong enzim seluler metabolic. Ini artinya seseorang yang mengonsumsi daging ayam bisa menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain itu juga bisa meningkatkan energi sekaligus meningkatkan sistem metabolisme tubuh, karenanya tubuh bisa membakar kalori lebih banyak.